GEMA BANDUNG :Tangkap & Adili Jokowi
Jakarta, 2 Oktober 2025
Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Hari ini Kamis (2/10/2025) sejumlah element masa yang tergabung dalam Gerakan Lintas Aliansi Adili Koruptor (Gladiator) mengelar aksi demontrasi didepan Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Terkait hal itu,Gerakan Emak-Emak Bandung (GEMA BANDUNG) menyatakan beberapa hal yakni,Terjadinya KKN (Korupsi Kolusi & Nepotisme) di Indonesia secara TSM (terstruktur sistematis dan masif), dengan jumlah yang luar biasa besarnya, di era Jokowi. Semua akibat adanya pembiaran oleh Presiden Jokowi selama 10 tahun berkuasa. Bahkan cukup kuat dugaan mantan Presiden Jokowi ikut terlibat.

Tidak adanya penelaahan yang lebih mendalam terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah Jokowi yang telah merugikan negara, akibat pembangunan yang hanya untuk pencitraan semata. Seperti proyek Kereta Cepat Woosh, pembanguan IKN dan proyek nasional lainnya serta proyek swasta yang di jadikan PSN, diduga menjadi objek korupsi, kolusi dan nepotisme, kata GEMA BANDUNG sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi persuasi-news.com pada hari ini Kamis (2/10/2025).
Mereka melanjutkan,Ditingkat Global OCCRP menempatkan mantan Presiden Jokowi sebagai salah satu presiden terkorup di dunia, masalah ini sangat memalukan Bangsa dan Negara Indonesia, namun tidak pernah diproses hukum oleh KPK.
Terjadinya Korupsi besar-besaran oleh kalangan orang dekat Jokowi. Korupsi di Pertamina, Korupsi Dana Haji di Kemenag, Kasus Korupsi Chromebook di Kemendikbudristek, OTT KPK terhadap Wamen Imanuel Ebenezer (Noel), Kasus korupsi Judi Online (Judol) di Kemenkoinfo, diduga melibatkan mantan Menteri Kominfo Budi Arie. Kemungkinan masih banyak lagi kasus-kasus korupsi yang terjadi dilingkungan pejabat pemerintahan/ BUMN merupakan orang dekat Jokowi diduga keras ada keterkaitan dengan Jokowi,kata mereka.

Kesemua itu menyebabkan rusaknya ekonomi negara dalam jangka panjang berakibat terhadap meningkatnya pengangguran, PHK, kemiskinan kondisi yang memperparah ekonomi rakyat, yang dirasakan oleh emak-emak (perempuan Indonesia).
Dalam penyataan yang ditandatangani oleh Presidium Gerakan Emak-Emak Bandung (GEMA BANDUNG) yang terdiri daro Lusiana Mulya,Noor Alam,Ida Farida,Yulia Bhayangkari,Susi Chaer,Lydia Hanafi,Ratna NF, menyatakan :
- Segera tangkap dan adili mantan Presiden Joko Widodo.
- Agar Presiden Prabowo menekan KPK. (sekarang KPK merupakan bagian dari Pemerintah).
- Jika KPK tidak sanggup bertindak secara amanah, segera bubarkan KPK atau rakyat yang akan ambil alih.
- Mengajak seluruh perempuan berjuang bersama dan bersuara agar Jokowi segera diadili sehingga korupsi di Indonesia bisa dihapuskan.
Demikian pernyataan ini dan disampaikan sebagai wujud tanggungjawab emak-emak demi anak cucu menjadi sejahtera, tutup pernyataan sikap mereka.




