Opini

SETIAP SEJARAH PERJUANGAN SELALU ADA PENGKHIANATNYA, BERFOKUSLAH PADA TUJUAN, BERKHIDMADLAH KEPADA RAKYAT & NIATKANLAH HANYA UNTUK MERAIH RIDLO-NYA

Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.( Advokat & Aktivis)

Jakarta, 9 Desember 2026

Saat Allah SWT menutupi aib, saat sejumlah teman tahu akan aib namun memilih untuk ikut menutupi aib, maka engkau sedang berada pada dua keberuntungan sekaligus. Beruntung Allah menjaga dirimu, beruntung temanmu menutupi aibmu.

Namun, saat temanmu yang ditutup aibnya, bahkan engkau juga tak menginginkan aibnya terungkap, tapi dia justru membongkar aibnya sendiri, memamerkan sesuatu yang semestinya ditutup dan tidak dilakukan, maka sejatinya engkau mendapatkan dua keberuntungan. Keberuntungan untuk tidak mendapat dampak buruk dari teman yang membongkar aibnya sendiri dan keberuntungan karena Allah SWT tunjukan mana pejuang dan mana pengkhianat.

Ibarat kendaraan yang membawa muatan, para pengkhianat tidak menambah manfaat dalam kendaraan kecuali hanya menambah beban. Sehingga, keluarnya dia dari kendaraan justru akan meringankan kendaraan, membuat laju kendaraan makin cepat sehingga bisa segera sampai pada tujuan.

Hari ini, kabar datangnya aktivis kontra ijazah palsu Jokowi ke kediaman Jokowi ramai diperbincangkan. Tentu saja, suatu kabar yang semestinya tidak pernah terjadi.

Bagaimana mungkin, itu bisa terjadi?

Ya, dinamika hidup. Biasa saja. Tak perlu menganggap itu sesuatu yang anomali. Biasa saja, ada yang lurus ada yang bengkok. Ada yang tegak ada yang loyo, ada pemberani ada pengecut.

Dan…

Ada pejuang ada pecundang.

Justru, semua itu harus dijadikan instropeksi. Bahan muhasabah. Untuk meluruskan niat berjuang hanya karena Allah, dan lebih berkhidmat kepada rakyat. Jangan berjuang mencari pamrih materi, baik pujian, harta, kedudukan, hingga dianggap sebagai pahlawan.

Fokus saja menyampaikan Al Haq dan mengoreksi yang batil. Terus saja melangkah kedepan, tak perlu hiraukan kondisi kanan kiri atau hiruk pikuk omongan orang.

Sejatinya, kita sedang berjuang sendiri untuk bertemu dihadapan Allah SWT kelak. Saat itu, amal kita yang sendiri itulah, yang akan dihisab.

Jadi, tak perlu hirau dengan berbagai apologi. Sebab, setiap pengkhianat tetap akan meluncurkan argumentasi sebagai seorang pejuang.

Kita tak butuh itu. Yang wajib disiapkan, hujah kita kelak dihadapan Allah SWT.

Tetap semangat. Abaikan yang menyeberang, atau keluar dari barisan. Lanjutkan perjuangan.

Lawan terus ijazah palsu yang mengkooptasi negeri dan menzalimi rakyat. Rawe rawe rantas, malang malang putung! .

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button