PalestinaPeristiwa

Dihadiri Ribuan Orang, Ini “Amanat Juang Reuni Akbar 212”

Jakarta, 3 Desember 2025

Ribuan masyarakat dari berbagai daerah memenuhi kawasan Monas, Jakarta, pada Selasa (2/12/2025), untuk menghadiri Aksi Reuni Akbar 212

Walaupun acara dimulai pada malam hari, namun berdasarkan pantuan redaksi persuasi-news.com masyarakat sudah mendatangi kawasan monas tersebut sejak sore hari.

Acara tersebut diawali dengan shalat Magrib,lalu dilanjutkan shalat Isya secara berjemaah. Dilanjutkan dengan sholat Ghoib untuk mendoakan korban bencana di Sumatra dan Aceh, serta mendoakan rakyat Palestina yang masih mengalami genosida oleh zionis israel.

Para peserta larut dalam lantunan shalawat, doa serta dzikir atas bencana di sejumlah wilayah Sumatera dan kebebasan bagi Palestina yang menjadi bagian dari aksi yang pada tahun 2025 ini mengusung tema “Revolusi Akhlak Untuk Selamatkan NKRI dari Penjahat Dan Merdekakan Palestina dari Penjajah”.

Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto.

Imam Besar Habib Rizieq Shihab Serukan Umat Islam Untuk Bersatu Membantu Korban Bencana Di Sumatera

Imam Besar Habib Rizieq Shihab (IB HRS) menyerukan umat Islam untuk bersatu membantu korban bencana di Sumatera. Beliau menegaskan penderitaan jutaan warga terdampak bencana harus menjadi panggilan kemanusiaan bersama. 

Sekali lagi saya mengajak semua pihak untuk membantu korban bencana di Pulau Sumatera secara totalitas.”Melalui Reuni Akbar 212, kita harus bahu-membahu habis-habisan untuk membantu saudara kita di Sumatera, duka Sumatra adalah duka kita semua, duka Aceh adalah duka Indonesia, duka Sumatera Utara adalah duka Indonesia, duka Sumatera Barat adalah duka Indonesia,” Kata Imam Besar Habib Rizieq Shihab.

Dirinya mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional.”Saya pernah mempunyai pengalaman membawa 1.300 relawan terjun ke Aceh pada saat Tsunami tahun 2004 lalu. Berbulan-bulan di Aceh, mengevakuasi mayat,merapikan masjid dan mushola termasuk kampung-kampung supaya segera bisa ditempati lagi oleh masyarakat,” ujarnya.

“Sudah semestinya pemerintah menyatakan bencana di Sumatera sebagai bencana nasional. Status tersebut akan membuat penanganan bencana lebih fokus dan serius”, tegas IB HRS.

Dampak lainnya, akan membuka pintu bantuan untuk seluruh dunia yang mau datang dan membantu.”Kalau negara kita tidak sanggup, jangan tutup pintu dengan bantuan dunia,” katanya lagi.

Habib Rizieq Shihab Juga Menagih Janji Prabowo Subianto Soal Bakal Berantas Korupsi Hingga Mafia

Selain itu, Habib Rizieq Shihab juga menagih janji Prabowo Subianto soal bakal berantas korupsi hingga mafia.

Bapak Presiden kita sudah teriak di mana-mana. Beliau sudah mendeklarasikan perang lawan koruptor, perang lawan mafia, perang lawan oligarki busuk, Saudara,” kata Habib Rizieq.

Habib Rizieq mengatakan jika Prabowo serius, maka dirinya dan jemaah dibelakangnya akan mendukung penuh kebijakan tersebut.

“Bahkan kalau Presiden tidak serius pun, kita tetap serius! Kita akan perang lawan mafia, kita akan perang lawan koruptor, kita akan perang lawan oligarki! Takbir!” tuturnya.

Untuk itu, kata Habib Rizieq, dia meminta Prabowo untuk tidak ragu-ragu melakukan apa yang sudah ia ucapkan.

Menurutnya, seluruh organisasi masyarakat (ormas) islam menganggap para koruptor, mafia hingga oligarki sebagai musuh bersama.

Bahkan jika para pelaku itu sudah dibekingi oleh oknum-oknum aparat keamanan, pihaknya akan tetap digaris depan untuk melawan. 

“Tapi kita minta Presiden harus serius. Presiden tidak boleh omon-omon saja. Presiden betul-betul melaksanakan apa yang sudah dideklarasikan,” ucapnya.

Usulan Tanggal 2 Desember Dijadikan Hari Ukhuwah Indonesia Dan Dijadikan Hari Libur Nasional

Ketua OC Reuni Akbar 212 Habib Muhammad bin Husein Alatas mengusulkan agar tanggal 2 Desember dijadikan Hari Ukhuwah Indonesia dan dijadikan hari libu nasional

“Mumpung ada Wamenag, mumpung ada Gubernur, saya usul bagaimana kalau 2 Desember kita usulkan jadi Hari Ukhuwah Indonesia. Setuju tidak?” serunya yang disambut sorak sorai peserta.

Menanggapi usulan tersebut, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i, yang hadir dalam acara itu, menyatakan akan membawa aspirasi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

Sejumlah Tokoh Bacakan “Amanat Juang Reuni Akbar 212”

Dalam Reuni Akbar 212 tersebut juga disampaikan Amanat Juang Reuni 212 yang dibacakan secara bergantian oleh sejumlah tokoh, yakni Eggi Sujana, Rizal Fadillah, Ustadz Alfian Tanjung, Utadz Abu taqi majestino,Ustadz Asep Syarifrudin, Ustadz Andri Kurniawan, KH badrudin Subki,KH Mihdad.

berikut isi dari “Amanat Juang, Reuni Akbar Alumni 212” tersebut.

“Amanat Juang, Reuni Akbar Alumni 212”

Bahwa lahirnya Republik Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perjuangan umat Islam dengan kepemimpinan para Ulama Sholeh yang mampu menggelorakan semangat perlawanan, mengangkat senjata untuk menentang kezhaliman penjajahan dan mengantarkan kepada kemerdekaan Indonesia.

Semangat yang sama dalam membela kebenaran dan menentang segala bentuk kedzaliman, yang diwariskan dari para Ulama pejuang kemerdekaan, merupakan bagian dari rasa cinta tanah air serta pengharapan yang tulus bagi kejayaan bangsa Indonesia yang maju dan sejahtera.

Bahwa lahirnya Aksi Bela Islam pada tahun 2016 baik saat 14 Oktober (1410), 4 November (411), termasuk yang paling fenomenal yakni 2 Desember (212), turut mewarisi semangat yang sama seperti para ulama dan umat Islam terdahulu, yakni semangat kebenaran terhadap ayat suci Al-Qur’an terhadap penghinaan dan kedzaliman dzalim pada saat itu yang menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan diri dan kelompoknya sendiri.

Bahwa hari ini, pada perhelatan Reuni Akbar Alumni 212 pada tahun 2025 ini, kita kembali hadirkan rasa cinta terhadap tanah air kita dengan mengusung tema Revolusi Akhlak Untuk Selamatkan NKRI dari Penjajahan dan Merdeka­kan Palestina Dari Penjajahan; karena kita sadar sesungguhnya pada masa para penjajah masih terus berupaya membuat kerusakan multidimensi, yakni kerusakan alam, kerusakan sosial, kerusakan moral, kerusakan moral aparat dan bentuk kerusakan lainnya, yang tidak hanya dilakukan oleh aktor pada level elit saja namun pada saat yang sama juga menjalar sampai di elemen level masyarakat akar rumput.

Bahwa semangat 212 adalah juga semangat persatuan yang wajib terus dirawat dan termanifestasi dalam bentuk solidaritas antar sesama, yang mana kita lihat bersama bangsa Palestina, terutama yang terjadi di Gaza, telah nyata menjadi korban penjajahan dan genosida yang dilakukan oleh rezim penjajah Zionis Israel.

Kita juga wajib merangkul saudara sebangsa kita juga yang mengalami musibah, seperti yang terjadi di Sumatera Barat, yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, dimana terjadi banjir bandang yang cukup merusak kehidupan kita.

Oleh sebab itu, dengan menggelorakan Revolusi Akhlak, kami Alumni 212 menyatakan seruan, baik kepada diri sendiri, para pemangku kebijakan serta umumnya seluruh rakyat Indonesia sebagai berikut:

  1. Menyerukan kepada seluruh peserta Reuni 212, untuk menggelorakan semangat persatuan lewat solidaritas serta bahu-membahu memberi bantuan kepada saudara yang sedang terkena musibah, baik yang berada di dalam negeri seperti korban banjir bandang di Sumatera, maupun saudara kita yang berada di Gaza Palestina.
  2. Menyerukan, penuh dan mendorong Pemerintah Indonesia untuk melakukan secara bersama bencana nasional terhadap bencana di Sumatera agar penanganan dapat dilakukan secara lebih terukur dan serius.
  3. Menuntut Pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan Sumber Daya Alam Indonesia dari pengelolaan ugal-ugalan dan memperbaiki pengelolaan yang seluas-luasnya untuk kepentingan rakyat, serta menindak tegas para pelakunya pengelola Sumber Daya Alam secara ugal-ugalan dan melanggar hukum, karena secara langsung atau tidak langsung telah menyebabkan kerusakan alam dan kerugian bagi bangsa Indonesia.
  4. Mendukung penuh Pemerintahan Presiden Prabowo untuk melakukan bersih-bersih pada internal pemerintahan dari anasir penjabat maupun aparat korup serta menindak tegas oknum-oknum kotor yang menghisap kekayaan Indonesia dari level pusat hingga rakyat secara keseluruhan.
  5. Menyerukan kepada seluruh pejabat dan aparatur negara, dari mulai Pusat sampai Desa, untuk melakukan bersih-bersih terhadap pejabat yang merusak masyarakat, dan berbagai kejahatan yang merongrong kehidupan masyarakat Indonesia yang menyebabkan kerusakan moral di mana pada ujungnya menciptakan bangsa yang lemah dan didoktrinasi oleh berbagai kelompok asing. Kami menuntut penegakan hukum terhadap pejabat negara dan aparatur negara yang masih melindungi atau melakukan kegiatan maksiat seperti perjudian, miras, narkoba, riba, LGBT dan kejahatan lainnya.
  6. Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia dan juga para ulama, pejabat, maupun aparatur negara lainnya, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan (terhadap) bangkitnya jejaring PKI serta paham Islamofobia, yang senantiasa merongrong kehidupan berbangsa dan bernegara.
  7. Menyerukan Pemerintah Indonesia untuk mengupayakan alternatif solusi bagi negara-negara berdaulat rakyat Palestina dengan membangun kerjasama antar negara-negara Islam lewat penguatan Organisasi Kerjasama Islam dan pembentukan Pakta Pertahanan negara-negara Islam, yang dengannya dapat dibentuk suatu wadah negara-negara Islam saling menjaga satu sama lainnya dengan gabungan kekuatan militer, termasuk kepada rakyat Palestina yang sedang didzalimi oleh penjajah Zionis-Israel.
  8. Menyerukan kepada seluruh Umat Islam untuk bersatu dan rapat barisan demi menyongsong kejayaan Umat Islam yang dengannya pula menjadi kejayaan bagi Indonesia tercinta ini.

Demikian Amanat ini kami sampaikan, semoga Allah SWT meridhai usaha kebaikan kita dan selamat kita dari para penjajah.

Aksi Reuni Akbar berakhir pada jam 00:30 wib, Usai Acara Tersebut, Kawasan Monas Kembali Bersih

Aksi yang berjalan dengan lancar tersebut berakhir pada jam 00:30 wib, usai acara tersebut, terpantau Monas sudah kembali bersih bantuan tim orange dari pemprov dan tim relawan reuni 212

Polda Metro Jaya sendiri mengerahkan 2.511 personel gabungan untuk kegiatan pengamanan Reuni Akbar 212 yang terdiri dari 2.132 personel Polri, 100 personel TNI, dan 279 personel Pemda DKI.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button