Uncategorized

GEMOY DIPLOMACY GAGAL TOTAL

Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)

Bandung, 3 Maret 2026

Gemoy Diplomacy adalah diplomasi goyang-goyang ala Prabowo di panggung tontonan publik. Geser sana geser sini. Lupa diri telah lansia dirasa masih muda. Menyedihkan meski gembira ria. Gemoy Diplomacy merupakan gambaran ketidakajegan politik luar negeri Prabowo yang mengakibatkan ancaman dari kiri dan kanan. Maklum motif awal hanya puja-puji bukan konstitusi atau ideologi.

Januari 2025 mulai bergabung dalam BRICS Brasil, Rusia, india, China and South Africa. Kehadiran Indonesia disambut hangat China. Dalam pandangannya Prabowo masih sama dengan Jokowi sebagai pelanjut kebijakan ekonomi pro China. Di dalam negeri ada suara kritik atas politik blocking Indonesia tersebut. Tetapi suara kritis itu lambat laun menghilang. Tercatat dua kali Prabowo bertemu Xi Jinping di Beijing.

Naga-Naga dalam negeri merespons positif dan konstruktif kebersamaan Indonesia dalam BRICS. Artinya oligarki khususnya oligarki bisnis tetap bertahan. Luhut menjadi komandan kesuksesan status quo. Rakyat sesungguhnya tidak suka dan jengkel atas penguatan BRICS atas Indonesia. BRICS adalah kerjasama politik berbaju ekonomi. Blok China.

Board of Peace serta merta membuat Prabowo berubah haluan. Kini atas nama perdamaian Gaza Indonesia bergoyang gemoy ke arah Amerika Israel. Urusan ekonomi dengan Agreement of Resiprocal Trade (ART) Amerika menyembelih Indonesia. Penandatanganan agreement Februari 2026 menjadi formal penyerahan kedaulatan ekonomi dan politik Indonesia kepada blok Amerika.

Indonesia memainkan politik goyang gemoy atau zig zag. Berbelok tajam ke BoP. Ternyata hal in fatal. Israel tandem Amerika itu adalah  musuh rakyat Indonesia, musuh kemanusiaan, dan musuh peradaban. Prabowo memperlihatkan kebodohannya. Terlihat bodoh saat masuk BoP, terlihat lebih bodoh sewaktu menandatangani ART dengan Amerika, dan sangat bodoh sekali ketika mengajukan diri sebagai mediator konflik atau perang Israel-Iran.

Diplomasi yang tidak berbasis persetujuan rakyat dan menyimpang dari konstitusi berakibat hukum dan politik. BRICS China Rusia tentu kecewa atas perilaku Prabowo. Berita penolakan Komandan Yon Infiltrasi Israel Mayjen Jacoob Ariel Ashaabi atas ikut campur Prabowo adalah indikasi kegagalan itu.
Kacau, di BRICS Indonesia dan Iran sama-sama anggota, di sisi lain Indonesia menjadi sekutu AS-Israel di BoP.

Belum lagi di dalam negeri berbagai kecaman atas langkah zig zag semau gue Prabowo cukup keras. Hal ini dapat mengancam kedudukannya sebagai Presiden. Suara makzulkan Prabowo Gibran akan terus menggelinding. Politik luar negeri BoP dan dalam negeri MBG merawankan posisi Prabowo.

Prabowo kepepet, mundur kena maju kena, akibat plin-plan dalam bersikap. Aneh jika ada yang terjebak pada mitos dan kultus Prabowo hebat berdiplomasi luar negeri. Faktanya belepotan tanpa arah yang jelas. Tim penasehat luar negerinya memang butut. Jika ditepuk-tepuk Trump jangan dulu dinilai hebat sederajat tetapi itu adalah ejekan atau sinyal perendahan. Prabowo dianggap boneka yang lucu, gemoy, geboy, dan letoy.

Gemoy Diplomacy gagal total. Indonesia menjadi bahan tertawaan karena fakta miskin merasa kaya, bodoh merasa pintar, kacung merasa majikan, dan terbelenggu merasa merdeka.
Saatnya berubah, kita harus buat kaya, pintar, dan merdeka tanpa Prabowo.

Setelah Jokowi, kini Prabowo nampaknya yang justru menjadi sumber dari masalah bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.
We need to eliminate the waste.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button