MENGAPA RAKYAT YAKIN BAHWA IJAZAH JOKOWI ITU PALSU ?

Oleh : M Rizal Fadillah ( Pemerhati Politik Dan Kebangsaan )
Bandung, 13 Agustus 2025
Big Data maupun berbagai polling yang dilakukan menunjukkan angka prosentase ijazah Jokowi itu palsu cukuplah tinggi. Berkisar 85 hingga 90 %. Artinya keaslian ijazah Jokowi sangat diragukan. Pengumuman lembaga resmi seperti Bareskrim Mabes Polri maupun UGM sendiri tidaklah dipercaya publik.
Sekurangnya ada lima sebab mengapa publik yakin bahwa ijazah Jokowi itu palsu, yaitu :
Pertama, betapa sulitnya Jokowi untuk menunjukkan sendiri ijazah PT maupun SLTA nya. Ia sepertinya takut akan penilaian atas ijazah yang konon dari UGM Fakultas Kehutanan tersebut. Berbagai dalih dibuat untuk penyembunyian ijazah. Publik kecewa bahkan jengkel.
Kedua, di berbagai media beredar foto copy ijazah Jokowi dengan foto orang yang kasat mata berbeda dengan Jokowi. Publik tahu bahwa Jokowi tidak berkacamata atau berkumis. Stempel UGM berada di bawah foto sehingga terkesan tempelan.
Ketiga, ahli digital forensik Dr Rismon Sianipar
menguliti ijazah yang beredar maupun skripsi analog Jokowi dan meyakini bahwa 11.000 persen dokumen tersebut palsu. Tidak ada sedikitpun bantahan ilmiah atas kajian atau analisisnya.
Keempat, sejak Bambang Tri menuduh ijazah Jokowi itu semua palsu hingga proses peradilan baik perdata maupun pidana, ijazah Jokowi yang diklaim asli tersebut tidak pernah muncul. Konsekuensinya adalah bahwa secara hukum tidak ada bukti ijazah itu asli.
Kelima, UGM sebagai produsen tidak mengemukakan secara terbuka tentang rekam jejak perkuliahan Jokowi. Hanya sekedar menyatakan keberadaan dokumen. Wajar publik meragukan kejujuran akademik UGM. Ada mantan Rektor yang dicurigai menjadi pemain aktif dari gerakan pemalsuan sistemik.
Ketika sudah sedemikian yakin bahwa ijazah Jokowi itu palsu, maka kini beban pembuktian keaslian ada pada Jokowi sendiri. Melihat karakter Jokowi yang mudah dan sering berbohong, maka keyakinan publik atas palsunya ijazah itu dari waktu ke waktu akan semakin kuat.
Bukan saja di tingkat lokal atau nasional masalah ijazah palsu Jokowi itu dibicarakan, diinvestigasi, maupun digugat ke lembaga penegak hukum, tetapi juga di luar negeri. Forum Diaspora Indonesia (FDI) pimpinan Chris Komari yang berkedudukan di Amerika Serikat terus bergerak melakukan kampanye ijazah palsu Jokowi hingga 25 negara.
Jokowi’s fake document telah terarsipkan sebagai laporan di berbagai lembaga Internasional seperti Office of High Commissioner Human Rights, Human Rights Watch, Amnesty International, maupun International Crimiminal Court. Demikian juga menjadi agenda advokasi dari Senator Alex Padilla, anggota Kongres John Garamendi, Mark DeSoulnier dan lainnya.
Presiden Donald D Trump juga tidak luput dari pendekatan. FDI New York dan New Jersey menyiapkan aksi demo saat sidang Majelis Umum PBB September mendatang. Prabowo Subianto berpeluang mendapat berbagai pertanyaan dari anggota sidang soal sikap politik terhadap isu ijazah palsu Jokowi dan pelanggaran HAM lainnya.
Jokowi diragukan memiliki ijazah yang sah, merekayasa untuk keperluan persyaratan KPU dan KPUD saat maju sebagai calon Walikota, Gubernur, dan Presiden. Jokowi menyembunyikan banyak kepalsuan di ruang misteri rumahnya.
Rumah kebohongan itu telah terendus hingga ke berbagai belahan dunia.