PRATIKNO WAJAR TERSERET
Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)
Bandung, 31 Desember 2025
Secara tergesa-gesa dan menghindari media Pratikno datang ke Solo menemui Jokowi. Datang inisiatif sendiri atau dipanggil tidaklah penting. Yang terbaca terang adalah bahwa keduanya memang berkolaborasi bahkan berkonspirasi. Pertemuan kemarin itu bukti bahwa akhirnya Pratikno muncul dan segera terseret ke pusat isu ijazah palsu. Sudah lama rakyat mencurigai akan peran besar dirinya.
Saat ditanyakan padanya mengenai dugaan keterlibatan, termasuk kemungkinan sebagai disainer, ia minta agar tanyakan kepada instusi. Sayangnya instutusi UGM hanya mengungkap narasi formal, tidak terbuka, banyak yang ditutupi, serta mengakui tidak mengetahui fisik ijazah Jokowi. Ada pada yang bersangkutan, kata Rektor Ova Emilia. Asli atau palsu ijazah tidak terjawab oleh institusi UGM. Status kelulusan juga tanpa bukti yang memadai. UGM mengkhianati kejujuran akademik.
Fenomena Pasar Pramuka, kerja orang-orang tertentu saat pendaftaran KPUD dan KPU, serta singgungan nama mantan Rektor UGM Pratikno yang menjadi “timses” Jokowi sejak Pilwalkot terus mengemuka. Pihak Bareskrim pernah diusulkan untuk memeriksa figur penting yang mendapat hadiah Menteri di era Jokowi dan dititipkan ikut kabinet Prabowo ini. Kepolisian nampaknya berat untuk memeriksa aktor tersebut.
Pratikno yang mantan Dekan Fisipol UGM itu selama 10 tahun menjadi tangan kanan Jokowi. Sebagai Mensesneg ia menjaga Jokowi hingga pensiunnya. Rumah 12.000 M2 di Colomadu disinyalir hasil abuse of power jabatan Mensesnegnya. Sebagai Ketua Majelis Wali Amanat dan mantan Rektor UGM, Pratikno mahir menggunakan pe garuhnya termasuk membantu terpilihnya Rektor berikut yakni Panut Mulyono dan Ova Emilia.
Pratikno juga yang menjadi perantara lolosnya Gibran bin Jokowi dengan menyulap usia melalui Putusan MK, diramaikan terlibat kasus korupsi BTS 4G, serta gonjang-ganjing menjadi aktor intelektual dari ijazah palsu Jokowi. Pertemuan misterius di Solo kemarin menambah kecurigaan terkait dengan langkah politis dan taktis dalam membantu Jokowi menghadapi badai ijazah palsu yang menerpanya. Pratikno diduga sangat faham detail pola sejak awal.
Pratikno yang semula dingin dan sembunyi akhirnya harus keluar juga. Sulit untuk mengabaikan tudingan bahwa Pratikno adalah bos penentu dari skandal ijazah Jokowi. Karenanya berulang kali ditekankan dan diusulkan agar demi hukum Pratikno harus diperiksa oleh Kepolisian. Tanpa memeriksanya missing link akantetap terjadi dan Jokowi tersenyum bahagia.
Pratikno adalah masa lalu, masa kini, dan masa depan Jokowi. Keduanya potensial berkonspirasi abadi. Kompak dalam menyembunyikan misteri. Kedatangan ke Solo bukan untuk berwisata tetapi membangun komitmen dan disain baru untuk saling menyelamatkan. Pratikno bukan akademisi tetapi politisi. Politisi busuk.




