SEMAKIN DEKAT PEMBUKTIAN IJAZAH PALSU
Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerharti Politik Dan Kebangsaan)
Bandung, 29 Desember 2025
Awal yang dianggap sepele kini menjadi serius bahkan merupakan masalah besar dan menentukan. Adalah Bambang Tri yang melempar isu ijazah palsu Jokowi, khususnya untuk tingkat menengah. Ia menuangkan tudinganmya melalui buku karyanya Jokowi Undercover 2. Pada buku pertamanya yaitu Jokowi Undercover 1 Bambang menyoroti asal-usul keluarga yang dikaitkan dengan PKI. Jokowi dicurigai.
Akibat buku ini, Bambang Tri penjara. Namun ia tetap yakin pada pandangannya. Buku Jokowi Undercover 2 ditindaklanjuti dengan gugatan perdata di PN Jakarta Pusat. Aneh, lagi-lagi Bambang ditangkap dan dipenjara. Meski dalam penjara Bambang Tri bersama Muslim Arbi, Hatta Taliwang, Rizal Fadillah, dan Taufik Bahaudin masih dapat menggugat kembali Jokowi, UGM, KPU dan lainnya.
Namun sayang Hakim memutuskan Niet Onvankelijke Verklaard (NO). Gugatan tidak diterima, Pengadilan tidak berwenang. Pencari keadilan dibuang.
Dugaan ijazah palsu Jokowi menghangat setelah TPUA melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri serta kedatangan TPUA ke UGM dan tempat kediaman Jokowi di Solo. Lalu semakin panas setelah Jokowi melaporkan aktivis TPUA dan akdemisi kritis ke Polda Metro Jaya. Isu ijazah palsu Jokowi ramai bukan saja di tingkat nasional tetapi juga dunia. Buku “Jokowi White Paper” dan “Publik Yakin Ijazah Jokowi Palsu” sudah berada di Perpustakaan PBB ( UN Library). Sementara High Commission of Human Rights (HCHR) di New York turut memantau perkembangan.
Jokowi terus bermanuver dari mulai merasa direndahkan, menuduh ada orang besar di balik isu, hingga maaf-maafan. Operasi meredam agar tidak terbongkar dilakukan sangat serius. Mengkoordinasi termul, memperalat penegak hukum, memanipulasi UGM, menyembur fitnah, hingga membungkam Presiden. Sementara sang ijazah terus menggelinding liar, membesar, dan diprediksi bakal menjadi “bencana nasional”.
Ketika marwah hutan akademik digunduli, maka banjir kayu palsu dipastikan membawa korban kemanusiaan. Perilaku hewan pun menguasai. Habitat keseimbangan musnah oleh pembalakan liar keserakahan hewani. Jokowi adalah perusak hutan, ngeri jika fakultas kehutanan menghasilkan Jokowi-Jokowi seperti ini. Meski klaimnya mulyo no tetap saja no mulyo.
Gelar Perkara Khusus Polda Metro Jaya tidak sukses untuk Jokowi. Meski ijazah itu “terpaksa” ditunjukkan tetapi tetap diragukan keasliannya. Walaupun tidak boleh difoto, direkam, sentuh dan raba namun dari foto, cap, hingga watermark emboss, logo, dan lainnya secara kasat mata oleh Dr Roy, Dr Rismon dan para tersangka lain termasuk kuasa hukum terlihat janggal. Sangat mengindikasi bahwa ijazah itu palsu. Memang palsu.
Uji forensik independen mutlak dilakukan. Publik harus terus mendesak. Polda Metro Jaya terkesan bermain-main dengan proses dan hasil uji forensik. Jika memang asli, mengapa takut uji komparasi atau independen ? Publik yakin bahwa barang palsu meski diotak-atik atau direkayasa tetap saja palsu dan tidak mungkin berubah menjadi asli.
Setelah ditunjukkan ijazah oleh Reskrim Polda Jaya, maka tahap pembuktian ijazah palsu Jokowi menjadi semakin dekat. Jokowi dan pendukungnya sudah mulai stress dan panik. Mereka sekarat.
Segala jurus kini dilakukan untuk menonjok dan menendang. Fitnah dan hoaks disuarakan masif. Operasi “Cover Up” dijalankan.
Presiden didesak turun tangan untuk memerintahkan uji obyektif. Membiarkan kasus mengambang merugikan dan membahayakan bangsa. Pertemuan Advokat Hotman Paris dengan Prabowo cukup menarik.
Pejuang kebenaran, kejujuran, dan keadilan akan terus berdatangan. Bersambung dan memperkuat.
Bagi muslim tentu sangat yakin bahwa Allah SWT itu tidak pernah tidur. Ia Maha Melihat dan Maha Mendengar.
Sebentar lagi ijazah palsu Jokowi akan terbukti.
Sebentar lagi, insya Allah.




