Opini

SUDAHLAH, IJAZAH JOKOWI ITU PALSU !

Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)

Bandung, 7 Desember 2025

Terakhir insiden Artificial Intelligence LISA UGM yang menyatakan Jokowi tidak lulus Fakultas Kehutanan UGM, semakin banyak saja pembuktian bahwa memang ijazah Jokowi itu palsu. Sederhananya adalah tidak ada satu fakta hukum yang dapat membuktikan bahwa ijazah UGM Jokowi itu asli. Karenanya berlaku asas “Ijazah Jokowi itu palsu sebelum dibuktikan sebaliknya”. Selesai.

Terjadi kebodohan dibalik fatamorgana  kepandaian. Ijazah Jokowi itu sembunyi dibalik ketersebaran pengetahuan publik. Berulang-ulang penayangan dan pengungkapan atas lembaran fotocopy, legalisasi, maupun hasil scan dokumen. Foto berkumis, berkacamata, stempel di bawah foto, font face, logo,  nomor, bahkan tanggal dan penandatangan.

Diawali penunjukkan Ijazah oleh Dekan Fakultas Kehutanan, tayangan oleh “teman-teman” Jokowi, kesaksian yang diperlihatkan kepada wartawan, tampilan dan penegasan keaslian oleh Dian Sandi, tayangan Bareskrim, dokumen dari KPU, KPUD DKI, KPUD  Surakarta, serta scan Andi Azwan. Semua sama. Itulah yang disebut ijazah “asli” oleh Jokowi.

Atas ijazah “asli” Jokowi di atas sudah dibongkar habis baik oleh ahli digital forensik Dr. Rismon Sianipar maupun ahli telematika Dr. Roy Suryo dan konklusinya mulai angka 99,9% hingga 11.000 trilyun % ijazah tersebut adalah palsu. Atas kajian dan analisis keduanya tidak ada satu pihak pun yang mampu membuat imbangan kajian dan membantahnya. Tidak juga UGM maupun Laboratorium Forensik Mabes Polri.

UGM hanya bisa menerangkan proses perkuliahan Jokowi dan itupun bias tanpa bukti dokumen yang valid. Sementara Mabes Polri hanya mampu menyatakan bahwa ijazah Jokowi itu identik.  Identik dengan ijazah siapa ? Identik dengan sesama ijazah palsu hasilnya adalah palsu. Identik itu bukan otentik. Sebagaimana UGM, Polri pun nampak ikut bermain dalam melindungi Jokowi. UGM sejak Rektor Pratikno hingga Ova Emilia. Polri di bawah Kapolri Tito Karnavian hingga Listyo Sigit.

Empat tahun Jokowi menyembunyikan ijazah yang dituduhkan rakyat palsu, bahkan ada ahli hukum menyebut 11 tahun. Lama ijazah itu dipertanyakan. Tidak ada itikad baik Jokowi secara sukarela untuk menunjukkan kepada publik. Takut. Konon hanya akan ditunjukkan di Pengadilan. Berbagai Pengadilan telah digelar dan ijazah itu tetap saja sembunyi. Omong kosong Jokowi adalah fakta. Tidak mungkin sembunyi jika asli. Atau memang ijazah itu hanya bayangan hantu ? Jokowi jago tipu-tipu.

Sudahlah, ijazah Jokowi itu palsu. Dua teriakan menyatakan ijazah itu asli, maka dua juta teriakan akan menggaungkan palsu. Para pemimpin bangsa, cendekiawan, laboratorium, dan aparat Indonesia akan tercatat paling tidak becus sedunia yang bertahun-tahun tidak mampu membuktikan bahwa selembar kertas itu asli. Tragis dan menyedihkan.

Banjir bandang Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah tragedi akibat tangan keserakahan manusia. Kita berduka. Namun kitapun berduka atas perilaku manusia yang telah merusak bangsa dan negara dengan ijazah yang palsu. Manusia itu sangat serakah.
Betapa konyol dan belegug bangsa ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button