TINGGAL SATU LANGKAH LAGI : UJI LABFOR TERBUKA
Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)
Bandung, 17 Desember 2025
Satu langkah lagi menuju pembuktian palsu atau asli ijazah Jokowi pasca penunjukan ijazah tersebut oleh Polda Metro Jaya saat gelar perkara khusus 15 Desember 2025 lalu. Meski tidak boleh merekam, memfoto, bahkan menyentuh tetapi mudah disimpulkan bahwa ijazah tersebut copy nya telah tersebar lama di berbagai media. Ijazah Jokowi berkacamata dan berkumis dengan cap di bawah foto jas hitam banyak disorot, dipertanyakan, bahkan dikaji publik.
Semua mata kini terfokus pada foto copy ijazah yang ditayangkan Dekan Fakultas Kehutanan, teman-teman seangkatan, Bareskrim, KPU dan KPUD, serta lainnya yang keseluruhannya ternyata sama. Gelar perkara khusus 15 Desember telah membuktikan. Itulah ijazah Jokowi yang dipertanyakan dan dibuat sakral dengan narasi dokumen privat. Kini semua sama-sama mencari jawaban atas pertanyaan apakah ijazah itu asli atau palsu ?.
Laboratorium Forensik Mabes Polri adalah lembaga pertama dan utama untuk membuktikan. Itu bukan semata menguji identik atau tidak dengan ijazah pembanding tetapi lebih dalam dari itu. Uji pula foto yang ada pada ijazah benarkah itu foto Joko Widodo yang Presiden RI bukan foto orang lain atau Joko Widodo mahasiswa lainnya. Mengapa cap merah berada di bawah jas hitam yang dikenakan ?.
Adakah usia foto itu berusia setua Joko Widodo yang lulus tahun 1985 ? Kecurigaan ahli telematika Roy atas foto yang tajam menimbulkan kesimpulan bahwa foto itu baru. Sangat tidak mungkin 40 tahun yang lalu. Roy yakin foto itu palsu. Terlihat garis pada lembar ijazah. Watermark tipis dan logo yang tidak terang memperkuat indikasi palsunya ijazah. Belum lagi ketebalan dan usia kertas serta uji tinta.
Keraguan harus dijawab oleh teknologi digital forensik. Labfor Mabes Polri sangat mampu untuk membaca keaslian dan kepalsuan. Namun mengingat faktor manusia yang memiliki kepentingan dan pengaruh maka manipulasi menjadi hal yang dapat dilakukan baik untuk hasil maupun proses. Disini kejujuran dan transparansi menjadi faktor penentu.
Pengawasan itu mutlak, partisipasi publik membantu obyektivitas. Itikad baik Kepolisian adalah bagian dari upaya pemulihan citra. Kasus ijazah palsu momentum penting dan berguna bagi semua pihak. Yang tidak bersalah dilepaskan, serta yang bersalah dihukum. Keadilan hukum berbasis perasaan hukum masyarakat harus ditegakan. Tidak ada penyesatan hukum untuk kepentingan personal maupun politik.
Mulai dari kerja terobosan yaitu uji forensik terbuka Mabes Polri atau beri kesempatan lembaga atau laboratorium forensik lain untuk dapat meneriksa dokumen analog.
Saatnya menguji kejujuran dan keterbukaan.




