UJI FORENSIK INDEPENDEN : JOKOWI JANGAN JADI KETOMBE

Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)
Bandung, 7 Januari 2026
Apa sulitnya bagi pihak Kepolisian untuk mengizinkan uji forensik independen atas ijazah Jokowi jika dua hal yaitu pertama ijazah itu memang diyakini asli, dan kedua ingin segera masalah ini selesai. Dapat memproses tindak lanjut dengan cara profesional dan bebas dari tuduhan publik atas kerja rekayasa Kepolisian. Hal ini sangat bagus bagi pemulihan citra.
Sebaliknya, jika “keukeuh” mempertahankan kompetensi Polri sendiri dalam uji forensik dokumen, maka risiko ketidakpercayaan publik harus diterima. Keraguan atas keaslian ijazah Jokowi tetap berlanjut. Olok-olok publik akan berkesinambungan. Jokowi terus didera oleh hukuman sosial sebagai sesuatu hal yang kadang lebih berat diderita dibanding hukuman berdasar undang-undang.
Secara fisik dan mental Jokowi semakin menderita. Apalagi keabsahan puteranya Gibran juga terus dipersoalkan, khususnya pada riwayat dan status akademik. Sebagai manusia tentu tidak nyaman menghadapi gunjingan dan cacian, kecuali memang keduanya telah hilang nilai kemanusiaannya. Semakin panik semakin tidak jelas langkahnya. Lihatlah kondisi Jokowi yang menyedihkan.
Gibran Endgame judul bagus menggambarkan permainan politik Gibran selesai, Gibran yang senang game juga tidak terus berlanjut, serta Gibran yang jadi bagian dari kehororan Father game agar tidak terus meneror bangsa. Pernainan keluarga yang terpusat pada Father sangat mengganggu dinamika politik sehat. Game atau drama Jokowi dan Gibran mesti segera diakhiri.
Semangat rakyat untuk mengadili Jokowi dan memakzulkan Gibran luar biasa menggelora. Keinginan agar bangsa ini memiliki pemimpin yang cerdas, matang, dan bertanggungjawab sangat kuat. Bencana Nasional kepemimpinan Jokowi-Gibran harus diatasi. Rakyat bergotong royong melakukan mitigasi, alienasi, dan berani memberi sanksi.
Untuk Jokowi mitigasi, alienasi, dan sanksi adalah dengan menguji ijazah yang katanya asli. Asli dari China atau Pasar Pramuka ? Uji forensik habis adalah solusi dan pengakhiran game. Tentu bukan uji forensik sendiri polisi, tetapi banyak institusi ternasuk BRIN, TNI, atau UI. Dibuka ruang lembaga luar negeri sangat membantu dan lebih teruji lagi. Intinya uji forensik independen. Satu masalah tentang ijazah Jokowi tentang asli atau tidak asli harus cepat terbukti.
Jokowi yang menyatakan soal ijazahnya tidak akan selesai-selesai adalah gambaran perilaku jahat. Ada motif untuk terus menyembunyikan kebenaran. Rakyat sudah bersuara keras dan mengguncang, kalau ijazahmu asli kenapa takut dan bersembunyi ? Buka seterang-terangnya, tunjukkan seluas-luasnya, tantang sehebat-hebatnya. Uji seobyektifnya. Siapa takut ?
Jokowi tidak perlu jadi ketombe yang membuat gatal kepala. Kepolisian harus menjadi shampo pembersih yang efektif. Itulah independensi. Itulah uji forensik independen.




