Presidium GENAP Gandeng DDII Untuk Koraborasi Mengkampanyekan Bahaya LGBT
Jakarta, 14 Oktober 2026
Presidium Gerakan Nasional Anti Penyimpangan Seksual (GENAP) melakukan kunjungan dan audiensi dengan Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat di Kantor Dewan Dakwah Pusat, Jl. Kramat Raya No. 45, Jakarta Pusat.

melakukan kunjungan dan audiensi Ke Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat pada Senin (12/10/2026).
Rombongan GENAP yang terdiri dari Ketua Presidium GENAP, Prof. Dr. KH. Badrudin H. Subky, M.H.I., Sekretaris Jenderal GENAP, Habib Sahid bin Yahya, Ustadz Asep Syaripudin, Hajjah Nurdiati Akma, Maria Alkaf,dll tersebut, diterima langsung oleh Ketua Umum Dewan Dakwah, KH. Fathurrahman Mahfudz, BIRK., MM. didampingi Wakil Sekretaris Umum III, Ustadz A. Manshur. Turut hadir Anggota Pembina Dewan Dakwah, Buya Zulfi Syukur. Audiensi berlangsung pukul 13:00 hingga 15:00 WIB dalam suasana silaturahmi dan dialog kelembagaan.

melakukan kunjungan dan audiensi Ke Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat pada Senin (12/10/2026).

melakukan kunjungan dan audiensi Ke Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat pada Senin (12/10/2026).
Dalam pertemuan yang digelar pada hari Senin (12/10/2026) itu, GENAP menyampaikan perhatian dan keprihatinannya terhadap perkembangan isu LGBT. Organisasi ini berpandangan bahwa persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari berbagai elemen masyarakat, khususnya tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah.

melakukan kunjungan dan audiensi Ke Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat pada Senin (12/10/2026).
Selain itu,GENAP menilai pentingnya memperkuat edukasi keluarga, pembinaan generasi muda, serta peran lembaga pendidikan dan keagamaan dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama dan norma sosial.
Pertemuan itu diharapkan menjadi langkah awal menjalin sinergi kedua lembaga dalam mengembangkan program dakwah yang berorientasi pada pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai moral di tengah masyarakat.
Ketua Presidium GENAP, Prof. Dr. KH. Badrudin H. Subky, M.H.I., memaparkan latar belakang berdirinya GENAP beserta urgensi kehadirannya dalam merespons persoalan penyimpangan seksual melalui pendekatan yang terarah dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Sekretaris Jenderal GENAP, Habib Sahid bin Yahya, menjelaskan visi, misi, serta arah program organisasi. GENAP berharap dapat membangun kolaborasi dengan berbagai lembaga dakwah, organisasi kemasyarakatan, dan elemen bangsa untuk memperluas jangkauan program edukasi, pembinaan, dan dakwah.
GENAP berharap agar Dewan Dakwah dapat memberikan dukungan serta membuka ruang kerja sama dalam pelaksanaan berbagai program organisasi, khususnya di bidang dakwah.
Tidak sampai disitu, Kolaborasi antara Genap dan Dewan Dakwah diharapkan dapat memperkuat peran dakwah sebagai sarana edukasi masyarakat, pembinaan keluarga, serta penguatan nilai-nilai agama dan tanggung jawab sosial. Melalui pendekatan yang edukatif dan persuasif, dakwah diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan masyarakat yang sehat, bermartabat, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Sebagai organisasi yang memiliki jaringan dai dan aktivitas pembinaan umat di berbagai daerah, Dewan Dakwah dinilai memiliki potensi strategis untuk menjadi mitra dalam memperluas jangkauan dakwah yang relevan dengan tantangan sosial kontemporer.
Bukan sekedar silaturahmi dan audiensi semata, pertemuan antara GENAP dan Dewan Dakwah menjadi momentum untuk menjajaki peluang sinergi program antara GENAP dan Dewan Dakwah, terutama dalam penguatan edukasi publik, pembinaan keluarga, dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai moral serta tanggung jawab dalam kehidupan sosial.
Pertemuan itu juga m Buenegaskan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama antar lembaga dalam menghadapi berbagai tantangan sosial. Sinergi yang terarah diharapkan dapat melahirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bagi GENAP, dukungan dari lembaga dakwah menjadi salah satu unsur penting dalam memperluas jangkauan gerakan.
Sedangkan, bagi Dewan Dakwah, komunikasi antar lembaga tersebut membuka ruang dialog untuk menjajaki bentuk kolaborasi yang sejalan dengan visi dakwah dan pembinaan umat.
Pertemuan diakhiri dengan harapan agar silaturahmi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret, sehingga upaya edukasi, pembinaan, dan dakwah dapat berjalan lebih terstruktur serta memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat Indonesia.




