Opini

“JIHAD MELAWAN KEZALIMAN JOKOWI DAN PRABOWO”

Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)

Makkah, 10 November 2025

Mengerjakan dan melayani haji atau umroh serta memakmurkan masjidil haram adalah amal besar dan mulia, namun Allah SWT mengkomparasikan dengan amal yang lebih besar, mulia, dan tinggi di sisi-Nya yaitu iman kepada Allah dan hari akhir serta berjihad fie sabilillah. Qur’an memberi derajat khusus bagi jihad fie sabilillah “laa yastawuuna ‘indallah”
(QS Al Baqarah 19).

Perjuangan di jalan Allah tentu berbasis agama untuk membela dan meninggikannya. Menegakkan kebenaran melawan kezaliman semata karena Allah. Memohon pertolongan agar istiqomah dan kalahkan atau hancurkan orang-orang zalim. Allah Maha Besar dan Maha Kuasa.
Umat Islam agar berkedudukan tinggi dan mulia harus berjihad demi Agama melawan kemusyrikan, kemunafikan, dan kezaliman.

JOKOWI REZIM ZALIM

Terkait agama perilaku Jokowi cenderung syirk. Keyakinan mistiknya menonjol. Saat pelantikan, peresmian IKN dan lainnya mengindikasi perilaku pedukunan yang berbau musyrik. Meski pencitraan dibangun sebagai muslim, tetapi berakidah dan berijazah palsu. Karakter kadzab atau pembohong juga setara Musailamah Al Kadzab. Pernah buzzer mendaulat Jokowi sekaliber Nabi.

Soal bohong memang jago. Kategori beragama munafik. Sadis Jokowi bertanggungjawab atas pembantaian 6 anggota Laskar, pembunuhan  demonstran depan Bapilu dan di berbagai daerah, abai atas penindakan kasus 135 tewas  Kanjuruhan, serta 800 an petugas Pemilu mati tidak terusut. Ia tokoh korup tingkat dewa eh dunia, memenjarakan ulama dan aktivis, serta nepotis. Jokowi adalah tokoh kriminal.

PRABOWO MULAI ZALIM

Prabowo ikut dalam rezim Jokowi setelah “kapok dan keok” melawan. Turut dalam dosa politik Jokowi. Ia berkhianat kepada rakyat dan para pendukungnya. Hanya memperjuangkan kepentingan dirinya sendiri. Saat 6 anak bangsa pendukungnya dibantai polisi dan intelijen, Prabowo diam “ngajedog wae” pura-pura berstrategi. Khianat pada umat. Track record pelanggar HAM masih melekat.

Prabowo tidak bebas dari bau korupsi. Ada food estate atau alutsista. Penggunaan anggaran Kemhan yang patut dibongkar dan diaudit. Berpaket dengan Gibran adalah pelacuran politik. Lalu ia rela untuk menang dengan curang setelah dahulu kalah dicurangi. Tipe pemimpin apa yang menghalalkan segala cara demi jabatan ? Allah akan sulitkan jabatan bagi mereka yang ambisi pada kedudukan. Begitu sabda Nabi SAW.

Soal Whoosh Prabowo menggila. Korupsinya siap dibela. Ambivalen memberantas korupsi dengan menutupi korupsi. Jika dia muslim batal kemusliman. Prabowo tidak ada tanda berkhidmah dan hendak memajukan agama. Tidak jelas dalam pelaksanaan keagamaannya. Kebohongan dan Ijazah palsu Jokowi ditoleransi. Omong gede urusan luar negeri, tapi dalam negeri brat bret brot.

Umat Islam harus memperkuat ruhul jihad melawan kezaliman termasuk rezim yang zalim. Perjuangan mengalahkan dan menghancurkannya adalah jalan suci fie sabilillah. Membiarkan sama saja dengan  menjadikan diri sebagai setan-setan bisu (Asy Syaithon Al Akhros).

Kaum muslimin Indonesia apalagi ulama, da’i, cendekiawan muslim, dan santri tentu bukan setan.
Umat harus berjihad melawan kezaliman.
Jadilah pahlawan hakiki.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button