Advokat Persaudaraan Islam (API) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Front Persaudaraan Islam (FPI) DKI Jakarta Akan Laporkan Pandji Pragiwaksono, DKK Ke Kepolisian
Jakarta, 15 Januari 2025
Sebagaimana diberitakan sebelumnya,
DPP Front Persaudaraan Islam Meminta Pandji Pragiwaksono Meminta Maaf Kepada Umat Islam, dalam keterangan tertulis yang ditandangtangani oleh HB. MUHAMMAD ALATTAS, Lc., MA. Persuasi-news.com(Ketua) Dan HB. ALI ABUBAKARALATTAS, SH ( Sekretaris Umum ) sebagaimana yang diterima redaksi persuasi-news.com pada hari ini, Senin (13/1/2026), mereka mengatakan,Sehubungan dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Pandji Pragiwaksono terkait Shalat dalam acara Stand Up Comedy berjudul “Mens Rea”, yang dipublikasikan lewat NETFLIX, dimana yang bersangkutan mengatakan :
- “Memang harus diakui alasan kita pilih pemimpin harus lebih baik. Soalnya alasan lu aneh-aneh!”.
- “Ada orang milih pemimpin berdasarkan ibadahnya, gua mau milih yang Shalatnya enggak pernah bolong, gua mau milih pemimpin yang Shalatnya enggak pernah bolong.”
- “Seakan-akan Kalau Shalatnya enggak pernah bolong berarti orang baik, Emang Iya? Orang rajin!”.
- “Emang Shalatnya Enggak Pernah Bolong Otomatis Baik? Enggak! Rajin!”.
- “Para penumpang yang terhormat, kita sedang mengalami turbulensi akibat gangguan cuaca. Harap longgarkan sabuk pengaman dan rapatkan saf. Kita salat safar berjemaah demi keselamatan
perjalanan”.
DPP Front Persaudaraan Islam Meminta Pandji Pragiwaksono Meminta Maaf Kepada Umat Islam
Advokat Persaudaraan Islam (API) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Front Persaudaraan Islam (FPI) DKI Jakarta : Comedy Bukanlah Zona Imunitas Hukum, Dan Panggung Hiburan Tidak Menghapus Pertanggungjawaban Pidana
Terkait hal tersebut, hari ini kamis (15/1/2026) Advokat Persaudaraan Islam (API) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Front Persaudaraan Islam (FPI) DKI Jakarta menyampaikan beberapa hal yang pertama, Kami menegaskan bahwa comedy bukanlah zona imunitas hukum, dan panggung hiburan tidak menghapus pertanggungjawaban pidana, hal tersebut sebagaimana Press Release yang diterima oleh redaksi persuasi-news.com pada hari ini Kamis (15/1/2026).
Yang selanjutnnya, Bahwa sikap Panji Pragiwaksono yang mengolok-olok syarat Ibadah dan mendirikan Shalat bagi pemimpin adalah sikap inkar kepada syarat yang ditetapkan Al-Qur’an. Padahal ALLAH SWT telah menegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Maa-idah ayat 55.
Ketiga, Bahwa Pandji juga menyebutkan orang yang rajin Shalat belum tentu baik,sehingga memberi kesan Shalat tidak penting bagi kebaikan seseorang, terutama seorang pemimpin. Padahal Al Qur’an secara tegas dan jelas mengatakan bahwa Shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar.
Lalu yang keempat, Bahwa Shalat bukan hanya ritual, melainkan sebagai fondasi penting yang harus dihormati.
Dalam surat yang ditandatangani oleh
IRVAN ARDIANSYAH, S.H, BAHARU ZAMAN, S.H dan RINALDI PUTRA, S.H, tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Front Persaudaraan Islam (FPI) DKI Jakarta juga mengatakan,Bahwa tindakan yang dilakukan oleh Pandji Pragiwaksono merupakan bentuk penodaan dan/atau penistaan penghinaan agama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300 KUHP UU Nomor 1 Tahun 2023 dan Pasal 28
ayat (2) Jo 45A ayat (2) UU ITE.
Kami menuntut Pandji Pragiwaksono dan semua yang terlibat pada acara
tersebut dalam waktu 2×24 jam agar segera melakukan taubatan nasuha
memohon ampunan kepada Allah SWT serta melakukan permohonan maaf
kepada Umat Islam khususnya, kata mereka (DPD Front Persaudaraan Islam (FPI) DKI Jakarta).
ketuju, Jika Pandji Pragiwaksono, dkk tidak mau bertaubat, kami akan membuat Laporan Kepolisian serta mendesak pihak Kepolisian agar segera menangkap serta menahan pelaku penistaan agama penghinaan terhadap kesucian Ibadah Shalat, serta seluruh pihak terkait yang bertanggungjawab atas terselenggaranya acara stand up comedy tersebut, dalam hal ini acara
yang berjudul Men’s Rea.
Yang kedelapan,Bahwa kami juga menuntut Pemerintah dan NETFLIX untuk menghapus/memotong/mensensor/menghilangkan dan/atau menghapus bagian yang memuat pernyataan yang menistakan agama oleh Pandji terkait Shalat.
Demikian Press Release ini kami sampaikan agar tidak terjadi lagi kedepannya dalam comedy untuk menyangkutpautkan tentang Agama dan/atau Ibadah suatu Agama. Atas perhatiannya Kami ucapkan terimakasih, tutup mereka.






