SAATNYA KEKUATAN PERLAWANAN BERSATU
Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)
Bandung, 16 November 2025
Kasus ijazah palsu Jokowi adalah salah satu isu yang menjadi gambaran pertarungan antara keadilan dan kezaliman, kewenangan dan kesewenang-wenangan, kepedulian dan kemasabodohan, kejujuran dan penipuan, keaslian dan kepalsuan, keberanian dan kepengecutan, kejuangan dan ketermulan, serta kebahlulan dan kecerdasan. Siapapun yang berada di garis pro Jokowi adalah sasaran perlawanan baik itu kampus, ormas, relawan, aparat, maupun pengendali kekuasaan.
Target perjuangan adalah keterbukaan dan kejujuran serta kepastian akan status ijazah Jokowi itu apakah asli atau palsu. Analisis dan kajian publik menyatakan bahwa ijazah itu palsu, sedangkan lembaga kampus maupun laboratorium kriminal Polri tidak mampu membuktikan dan mempublikasikan keaslian ijazah. Fakta-fakta disembunyikan baik oleh Jokowi, UGM, maupun Kepolisian. Akibatnya persoalan yang mudah menjadi rumit dan berbelit.
Ironinya bagian rakyat yang berada di garis depan pencarian kebenaran justru dijadikan pesakitan dengan status Tersangka. Masalah pembuktian status ijazah dibelokkan menjadi fitnah, pencemaran, penghasutan atau manipulasi dokumen elektronik. Pengaburan isu ini di samping mencari kambing hitam juga bukti bahwa sesungguhnya kejahatan pemalsuan dokumen memang benar-benar terjadi.
Semakin jelas bahwa Jokowi itu penjahat yang mencoba berlindung dan menyandera banyak pihak. Melakukan manipulasi diri sebagai korban yang menjadi ciri khas seorang paranoid. Jokowi itu memang sakit. Rakyat patut membuka mata atas hal ini.
Saatnya kekuatan perlawanan bersatu. Tidak boleh kepalsuan, kezaliman, dan pemerkosaan hukum dibiarkan atau memperoleh kemenangan. Ideologi, konstitusi, dan aturan moral harus dibela dan ditegakkan. Kesewenangan-wenangan Jokowi dan lingkarannya harus dihentikan dan dihancurkan. Jokowi dan kroninya mesti terkena sanksi bila perlu hukum mati.
Kondisi semakin darurat. Kekisruhan dan kekacauan harus segera di hentikan. Semua berkomitmen untuk menuntaskan skandal dengan membongkar habis kelicikan dan kemunafikan. Kasus ijazah palsu menjadi pintu strategis pembuka kejahatan lain. Karenanya harus terbukti dengan cepat. Gerakan perlawanan bersama dan masif penting untuk menekan hingga terbukti palsunya ijazah Jokowi tersebut.
Banyak agenda kerakyatan tertuju pada Jokowi apakah korupsi, nepotisme, pelanggaran HAM, pengkhianatan negara atau lainnya, akan tetapi proses pembuktian ijazah palsunya sudah di depan mata. Mari fokus satukan kekuatan kerakyatan untuk mendobrak kebohongan ini. Publik sudah yakin bahwa ijazah Jokowi itu palsu.
Jadikan 8 Tersangka korban kejahatan Jokowi sebagai martir perjuangan dalam pembuktian penipuan Jokowi akan ijazah, gelar, dan kapasitas akademiknya.
Jokowi gelisah dan panik. Proses hukum yang sedang berjalan tanpa disadari adalah sakaratul maut politiknya. Sesungguhnya ia terancam oleh hukuman pengadilan rakyat.
Rakyat yang sudah tidak bisa lagi dibodohi dan akan membuat akhir kehidupan Jokowi menjadi hina.
Jokowi tidak akan mampu melawan hukum Tuhan.




