IJAZAH PALSU AGENDA PRIORITAS
Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)
Bandung, 28 November 2025
Berbagai kasus bahkan skandal membelit Jokowi. Ada pelanggaran hak asasi, korupsi, tambang ilegal, politik dinasti, kecurangan politik, pengkhianatan negara, utang jor-joran, hingga ijazah palsu bapak dan anak. Mengingat isu ijazah palsu cukup panjang dan kini memasuki tahap kriminalisasi, maka kasus atau skandal ijazah palsu telah dan harus menjadi prioritas. Status iijazah yang memang tidak asli segera terbongkar.
Segera setelah terkuak bahwa ijazah itu palsu, maka bencana susulan akan melanda Jokowi dan keluarga. Dari korupsi melalui para menteri hingga rumah pensiun palsu dapat memporak porandakan. Belum lagi berbagai kebijakan politik yang merugikan bangsa, rakyat, dan negara harus dipertanggungjawabkan. Presiden Prabowo yang selama ini gamang tidak akan lagi mampu melindungi. Ia akan berada dalam posisi yang harus memilih. Rakyat atau Jokowi.
Mengingat agenda prioritas, maka akademisi, ulama, buruh, mahasiswa, emak-emak, dan aktivis lainnya harus mulai bergabung dalam kebersamaan gerak perjuangan membongkar kepalsuan multi dimensional Jokowi yang diawali dari ijazah palsu. Membuat Jokowi tidak berkutik dan diangkut mobil tahanan sebagai pesakitan. Kesaktian mistik yang menjadi andalan bakal hancur berantakan. Iblis pun lari terbirit-birit.
Skenario menolong Jokowi termasuk kerja Prabowo akan gagal. Dalam perang hukum melalui kriminalisasi, situasi akan berbalik tajam. Mediasi yang dilontarkan seorang aktivis dan direspons Tim Percepatan Reformasi Kepolisian mendapat penolakan keras. Restorative Justice yang digembor-gemborkan ternyata hanya menjadi debu yang berterbangan. No mediasi antara Jokowi dan korban kriminalisasi.
Skenario kedua adalah deponering oleh Jaksa Agung mengingat kasus ini berimplikasi luas dan membekas. Namun deponering tidak akan menyurutkan perjuangan untuk membuktikan ijazah palsu Jokowi. Ia akan terus dikejar rakyat meski harus masuk ke lubang semut. Deponering sebagai asas opportunitas hanya menguntungkan para pemburu ijazah Jokowi.
Skenario ketiga adalah terpahit, yakni Jokowi diadili dan dihukum, lalu Prabowo memberi grasi, amnesti, atau abolisi. Berbasis pada preseden Hasto, Tom Lembong, dan Ira puspadewi. Penggunaan hak Presiden untuk Jokowi masuk dalam hitungan. Untuk skenario ini masih ada ganjalan yaitu pada Gibran sang putera mahkota. Akankah Prabowo masih mengasuhnya atau segera melepaskan ?
Sesungguhnya ijazah palsu itu untuk keduanya, Jokowi dan Gibran. Like father like son. Oleh karenanya yel perjuangan adalah “Adili Jokowi dan Makzulkan Gibran” bahkan “Gantung Jokowi dan Pecat Gibran”. Sulit untuk menawar dan membungkam semangat ini. Kedua orang ini telah seenaknya membohongi dan menipu rakyat Indonesia. Membohongi dan menipu rakyat Indonesia !.




