“Ternyata Disini Video Eggi Sudjana Menyetir Sendiri Mobil Mewah”

Jakarta, 18 Januari 2026
Ternyata Lokasi detail saat Eggi Sudjana berada di sebuah SPBU di daerah Johor Bahru, hal tersebut disampaikan Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi persuasi-news.com pada Minggu (18/01/2026).
Pertama-tama saya haturkan banyak terimakasih atas (sangat) banyaknya tanggapan yang mostly mengapresiasi sekaligus mendukung Analisis saya sebelumnya soal ” Video BES (Bang Eggy Sudjana) menyetir sendiri Mobil Mewah di SPBU” yang banyak termuat di berbagai media kemarin, Sabtu 17/01/2026. Tanggapan ini selain muncul dalam berbagai komentar yang menyertai pemberitaannnya, juga dikirim (Japri) ke saya via WA / WhatsApp langsung. Disini yang dibahas adalah soal Teknisnya saja, bukan Pro-Kontra sikap BES atau soal SP3 yang diterimanya, kata Roy.
Dirinya mengungkap, Detail tambahan pertama adalah soal Locus / Lokasi tempat SPBU Shell yang terekam jelas dalam Video berdurasi 45, 40 detik kemarin. Sebagaimana sudah saya tulis sebelumnya, SPBU tersebut kini sudah bisa dipastikan adalah yang berada di kawasan Johor Bahru, tepatnya di 81200 Johor Bahru, Johor Darul Ta’zim, Malaysia. SPBU ini terletak di Jalan Persisiran Perling, tepatnya berada di antara Perling Mall dan Sungai Sekudai. Lokasi tepat ini sudah dicek juga menggunakan Aplikasi Google Map dan terdapat bentuk bangunan dengan ciri yang identik sekaligus otentik dengan Video BES.



Ciri khusus SPBU ini terdapat Kafe Costa Coffee dan deli2go (yang memiliki slogan “Layan layan Panas, Bila bila biasa”) dan memiliki 10 Nozzle Shell V-Power yang berjajar rapi. Selaku orang yang pernah memiliki “My Kad” (Kartu Malaysia, sebagai Izin tinggal sementara laksana KTP awal tahun 2000-an) saat menjadi Konsultan sebuah Jaringan Telekomunikasi disana, saya tidak asing dengan ciri-ciri SPBU diatas yang tersebar di seantero negeri Jiran tersebut, Papar Roy.

Dirinya melanjutkan, Detail tambahan kedua adalah soal Tempus / Waktunya. Memang masih ada 2 (dua) kemungkinan Video tersebut diambil, yakni di tahun 2026 tepatnya setelah Sabtu 17/01/2026 sesaat setelah kedatangannya kembali dari Indonesia kemarin (dalam hal ini setelah Video BES yang berKursi Roda berangkat dari Bandara Soekarno Hatta) atau di tahun 2025 lalu, diantara April 2025 sampai Awal November 2025 alias sebelum ditetapkan Cekal Imigrasi kepada BES.
Memang sayangnya Source Video yang dikirimkan oleh BES langsung kepada beberapa rekannya tersebut hanya melalui Layanan WA yang mengkompresi File-nya menjadi berukuran sangat kecil, sekitar 8,28 MByte saja, dimana ini membuat hilangnya Metadata yang didalamnya memuat informasi detail (timestamp soal Jam-Menit-Detik dan Identifikasi HP) terhapus. Meski kalau diperkirakan Video kemarin dibuat dengan perangkat jenis iPhone,kata Roy.
Detail tambahan berikutnya adalah tentang “Siapa” perekam Videonya, kalau kemarin saya sempat menyebut nama “Ismu” maka setelah digunakan Analisis memakai perangkat Audio Spectrum Analyzer, kata ini tepatnya adalah “HIZBUL” alias nama “Hizbullah Ashidiqqi”, anak dari BES yang kemarin juga berangkat bersama-sama menggunakan Batik Air OD-383 dari Soekarno-Hatta pukul 16.45 WIB dan landing di KLIA (Kuala Lumpur Internasional Airport) pukul 20.00 LT, Jumat (16/01/2026), ujar dia.
Pemerhati Telematika, Multimedia, AI dan OCB Independen tersebut menuturkan, Saya sengaja tidak perlu menanggapi soal comment “bukan mobil mewah” (?) untuk VW New Beetle 1.2 TSI berwarna merah tersebut, karena meski sudah bukan Brand New lagi (karena tidak lagi ada produksi terbaru di tahun 2025/2026 type tersebut), namun harga untuk unit tahun 2019 adalah sekitar RM 136.000 sampai RM 179.990. Artinya dengan Kurs 1 RM (Ringgit Malaysia) sekitar Rp. 3.700, maka harga VW New Beetle Merah yang disopiri sendiri oleh BES itu adalah sekitar Rp 503 Juta sampai 665 Juta, tergantung Opsional dan Kondisi mobil.
(Terlampir 4 Foto Penunjang: Screenshot BES menyetir sendiri di SPBU, Bangunan di SPBU yang identik dengan di Video BES, Screenshot GoogleMap Lokasi SPBU di Johor Bahru Malaysia dan Kenangan tahun 2005 saat Roy Suryo masih menjadi Konsultan di MAXIS Malaysia).




