BreakingNews Aktivitas GunungApi Ili Lewoktolok Dinaikkan Dari Level II (WASPADA) Menjadi Level III (SIAGA)
Jakarta, 18 Januari 2026
Gunungapi Ili Lewotolok, di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukkan peningkatan aktivitas yang diindikasikan dengan kembali terjadinya erupsi pada tanggal 04 Januari 2026 pukul 12.09 WITA dengan tinggi kolom erupsi mencapai 300 meter dari atas puncak. Jumlah kejadian erupsi semakin meningkat tajam dari hari ke hari. Pada tanggal 13 Januari 2025 terekam 341 kejadian Gempa Erupsi dan di tanggal yang sama mulai teramati aliran lava yang keluar dari kawah Gunung Ili Lewotolok, yang sebelumnya mengalir di dalam kawah, hal tersebut disampaikan dalam laporan khusus Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 112 .Lap /GL.03/BGL/2026 .
Secara visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dengan tinggi berkisar 20 – 200 meter dari puncak. Tinggi kolom erupsi berkisar 200 – 500 meter dari puncak berwarna putih, kelabu hingga hitam. Lontaran material erupsi menjangkau jarak lk. 300 meter dari Pusat erupsi, keluar kawah ke arah tenggara. Erupsi disertai suara gemuruh lemah hingga sedang. Terjadi guguran, namun tidak teramati secara visual jarak dan arahnya. Aliran lava sektor barat dengan jarak lk. 100 meter dari bibir kawah, tulisan laporan tersebut.


Berdasarkan data pemantauan visual dan instrumental, aktivitas Gunung Ili Lewotolok menunjukkan peningkatan tajam, maka tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok dinaikkan dari Level II (WASPADA) menjadi Level III (SIAGA) dengan rekomendasi sebagai berikut:
Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok. Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ili Lewotolok. Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ili Lewotolok diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya serta untuk menutup tempat penampungan air bersih yang disebabkan oleh paparan abu vulkanik, tulis laporan yang ditandatangani oleh Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria, sebagaimana yang diterima oleh redaksi persuasi-news.com pada hari ini minggu (18/1/2026).
Pemerintah daerah dan masyarakat senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok di Deşa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Badan Geologi di Bandung untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas Gunung Ili Lewotolok. Perkembangan aktivitas serta rekomendasi teknis Gunung Ili Lewotolokdapat juga dipantau melalui aplikasi/website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id) dan media sosial Badan Geologi, serta website Badan Geologi (www.geologi.esdm.go.id).




