“HIDUP JOKOWI! KAPAN HIDUP RAKYAT BANTEN TUAN PRESIDEN?”
Oleh : Ahmad Khozinudin (Sastrawan Politik)
Jakarta, 6 November 2025
Saat Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan menanggung utang kereta cepat/Whoosh, sekaligus meminta semua pihak tidak lagi meributkan, penulis jadi ingat yel-yel: hidup Jokowi! Yang pernah digaungkan Prabowo saat Kongres Partai Gerindra. Ya, kebijakan Prabowo yang ambil alih utang (baca: korupsi) Whoosh, menandai Deklarasi teriakan: Hidup Jokowi.
Padahal, Rakyat yang sudah lama menuntut Jokowi diadili, memiliki harapan dapat terealisasi lewat kasus korupsi Whoosh. Proyek Hambalang saja yang hanya beberapa triliun sudah bisa menyeret pelakunya ke penjara, kenapa Whoosh yang membengkak hingga Rp 120 Triliun tidak bisa?
Tapi, seluruh harapan rakyat seolah dipupuskan oleh Prabowo. KPK yang sedang menyelidiki kasus ini, kuat dugaan akan berujung anti klimaks, dengan menyatakan: tidak ada unsur korupsi di kasus Whoosh.
Prabowo pasang badan untuk Jokowi. Lalu, kapan Prabowo pasang badan untuk rakyat?
Setidaknya, di proyek PIK-2. Prabowo sudah hapus status PSN PIK-2. Arsin Kades Kohod dkk, sudah diadili di PN Tipikor dalam kasus korupsi pagar laut.
Tapi mengapa, proyek PIK-2 milik Aguan dan Anthoni Salim jalan terus? Bahkan, didepan hidung Prabowo, tanpa izin melakukan Reklamasi laut hingga batas pagar laut?.
Apakah, selain melayani dan pasang badan untuk Jokowi, Prabowo juga pasang badan untuk Aguan dan Anthoni Salim? Kapan, Prabowo pasang badan untuk rakyat? Kapan, Prabowo timbul dan tenggelam bersama rakyat?.
Proyek PIK-2 bukan hanya merampas tanah rakyat, seperti yang dialami Charlie Chandra dan Haji Fuad Efendi Zarkasi. Akan tetapi, juga merampas kedaulatan Negara.
Wilayah Negara, dikerat-kerat oleh ambisi kerakusan oligarki properti. Atas dalih cari cuan, mereka merampas wilayah laut, sungai, jalan, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan mendelegitimasi otoritas Negara.
Kasus perampasan tanah rakyat dan kedaulatan Negara berdalih PSN, bukan hanya terjadi di Tangerang Banten. Kasus ini juga menimpa warga Rempang, Surabaya, Papua, Madura, Sulawesi, Kalimantan, dan diberbagai wilayah NKRI lainnya.
Semua itu proyek Oligarki yang difasilitasi Negara di era Jokowi. Semua itu, merampas tanah rakyat dan merobek kedaulatan Negara.
Jadi Tuan Presiden, kapan anda akan pasang badan untuk rakyat? Menunggu Kampanye Pilpres? Atau, jangan-jangan Anda sudah berikrar akan melayani kepentingan oligarki dan Jokowi.



