“Langkah Gagah Itu Kini Kelu”

Bandung, 31 Oktober 2025
Kekuasaan dari Rakyat, Oleh Rakyat, untuk Rakyat…
Kekuasaan dalam genggaman rakyat.
Slogan awal pemersatu semangat…
bak, percikan api diatas tumpukan jerami.
Hasil akhir nya
Rakyat yang di untungkan
Rakyat yang di sejahterakan
Rakyat di perlakukan adil…
Karna tidak ada kekuasaan yang tersentral.Kekuasaan dibagi, Untuk bisa saling chek n balance Teori yang ideal.
*dalam catatan sebuah mimpi.
Penjelasan yang membangkitkan gairah perjuangan, seperti hembusan angin yang menyapu tumpukan melati, kenanga, kamboja dan sedap malam, ditengah kegelapan dan dinginnya malam, semerbak, merayu, bahkan membangkitkan selera untuk segera meronta, bergerak dan menempuh hasrat perjuangan yang disuguhkan.
Kemudian di install lah Hologram keindahan tujuan, kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan harap menuju ” kemapanan dalam kewarasan kestabilan dalam pelayaran menuju negeri Impian. “
“kapal laut besar ini” sudah 8 kali ganti kaki untuk menjadi nahkoda.
🔙Ternyata Hologram keindahan yang diinstalasi dalam kapal NKRI ini
Terkena virus,
Sehingga element kekuasaan tadi bukan saling cek n balance, malah saling kompromi
Bermutasi dan membelah diri menjadi koloni – koloni bakteri, yang menggerogoti Langkah kaki yang tak bersepatu, pewujud mimpi saling melindungi, saling tahu sama tahu
Membentuk kelompok elit sendiri yang konon sering menyakiti.
Balutan Hasrat dan kehausan, ditengah bisikan dan tipuan para pembisik, penggoda yang tak jelas bentuknya, berbendera angkara murka, timbullah rasa yang kurang percaya, curiga, cenderung mengadu domba dalam kepala, yang akhirnya lahir membentuk satu pranata ” nafsu dan hasut untuk kuasa “.
Munculah banyak taktik yang menggiring keinginan, kepentingan, kebutuhan yang ingin segera terpenuhi dengan menghalalkan segala cara, berbungkus dalam kemasan rapi bermartabat yang disebut politik. *cukup manusiawi.
Kecenderungan politik kekuasaan
Sistim yang sudah terinstall menjadi rule diawal tadi, berubah menjadi deal politik yang tak terjelaskan.
Kapal besar ini
Tetap berjalan walau dengan kaki para awak yang rapuh dan ngilu, ditengah tebaran koloni bakteri yang pandai berkamuflase.
Tidak karam, belum tenggelam, tapi tak bersemangat dan gagah seperti Hologram keindahan tujuan. yang tersemat di awal tujuan.” kemapanan dalam kewarasan, kestabilan dalam pelayaran menuju negeri Impian. “
Tidak bisa terwujud, karena kaki para awak yang tak bersepatu, terjangkit virus dan cenderung sakit nyaris gontai dan kelu.
Sepatu yang melindungi kaki mereka, hanya dikuasai beberapa orang serakah, jahat dan cenderung menguasai semua piranti keamanan dan kenyamanan.
Hilang sudah percikan semangat Dari Rakyat, oleh Rakyat, untuk Rakyat. Walau masih ada yang awak yang rela dan bersemangat menelan pil pahit agar tidak menyebar, Mungkinkah kapal ini akan kembali berlayar gagah, para awaknya berjalan gagah. wallahu….
karena faktanya.
Hanya penumpang di kalangan elit yang paling menikmati, yang paling diuntungkan dan berbahagia dalam perjalanan.
@shoemaker-bdg,31/10/2025.
1 langkah untuk kebaikan lebih mulia, daripada seribu langkah dalam keraguan.* @MangKW_




