Opini

TRITUPOL : GANTI KAPOLRI, MAKZULKAN GIBRAN, ADILI JOKOWI

Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)

Bandung, 4 Januari 2026

Tri Tuntutan Politik yang mendesak untuk memulai perbaikan negeri secara signifikan adalah ganti Kapolri, makzulkan Gibran, dan adili Jokowi. Memang ini bukan segalanya tapi dari sini pembenahan politik dimulai. Kapolri, Gibran, dan Jokowi adalah sumber penyakit negeri yang keberadaannya terus menambah ruwet dan menyebabkan masalah tak berujung.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kelahiran Ambon beragama Kristen Protestan ini dikenal sebagai tangan Jokowi sehingga masuk dalam geng Solo. Pernah menjadi Ajudan Presiden dan Kapolresta Surakarta saat Jokowi menjadi Walikota. Sewaktu menjabat Kabareskrim  peristiwa pembantaian terhadap 6 anggota Laskar FPI terjadi. Dalam peristiwa ini Polisi jelas terlibat.
Lima tahun memegang tongkat komando Kepolisian. Terlalu lama tnpa prestasi signifikan bahkan yang ada kontroversi.

Terakhir peristiwa kerusuhan agustus 2025 yang diduga bagian operasi Kepolisian. Tidak ada investigasi. Ikrar “obor” Ksatria Bhayangkara, perlawanan  dengan membentuk Tim Transformasi Reformasi, dominan pada Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian, penolakan di bawah Kementrian, serta perintah perang melawan aspirasi sampai titik darah penghabisan adalah indikasi bshwa Listyo Sigit sedang  memberontak.

Makzulkan Gibran bocil. Pencalonan dengan manipulasi dokumen menutupi syarat SMA. Rekayasa sejak Walikota. Pendidikan luar negeri yang tidak jelas, kongkalikong dengan Kemendikbud, MK dan KPU serta kemenangan yang curang. Gibran dinilai tidak memiliki kemampuan untuk menjadi Wapres. Peran Jokowi sangat besar dalam meyukseskan dan memproteksi. Nepotisme sebagai tindak kriminal terjadi secara nyata dan terang-terangan.

Adili Jokowi adalah suara rakyat yang meminta pertanggungjawaban Jokowi selama memerintah. Kerusakan sistem bernegara terjadi dimasanya. Korupsi, politik dinasti, pelanggaran hak asasi, serta keabsahan ijazah perguruan tinggi menjadi obyek dari pengusutan. Pembohong adalah predikat yang melekat. Bersama “Lord” Luhut menjual kedaulatan bangsa kepada China.

Realisasi Tritupol menjadi semakin absolut mengingat rezim Prabowo ternyata tidak berkutik menghadapinya. Prabowo sampai saat ini menjadi  boneka mainan Kapolri dan Jokowi. Gibran masih mendampingi sebagai anak macan lucu yang siap menggigit dan menerkam kelak. Nyali Prabowo kerdil di tengah dahsyatnya omon-omon.

Rakyat harus bergerak mengepung istana mendesak Presiden agar memiliki nyali untuk mengganti Kapolri. Rakyat harus bergerak mengepung DPR dan MPR agar mau dan mampu bertindak rasional untuk memakzulkan Gibran. Rakyat harus bergerak bersama aparat setempat untuk menagkap Jokowi, menyidik, dan segera membawanya ke ruang Pengadilan.

Tritupol menjadi agenda prioritas bangsa yang harus direalisasikan untuk kebaikan negeri dan bakti pada ibu pertiwi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button