OpiniPeristiwa

Dua GempaBumi Melanda Indonesia Dalam Waktu Berdekatan , Saling Berhubungan?, Ini Penjelasan Pakar

Jakarta, 4 Oktober 2026

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Hari ini Minggu (4/10/10/2026), pukul 05:55:52 WIB, Pantai Barat Daya Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur diguncang gempa bumi tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,9 pada kedalaman 30 km . Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,84° LS ; 118,90° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 29 km Barat Daya Kodi, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, hal tersebut disampaikan Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc. selaku
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi persuasi-news.com

Setelah itu, pukul 06.37.33 WIB, Di Calang, Aceh Jaya, Aceh diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,7 pada kedalaman 55 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,55° LU ; 95,08° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 56 km BaratDaya Calang, Aceh Jaya, tutur Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc, dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi persuasi-news.com .

Dua Gempa Dalam Waktu Berdekatan, Saling Berhubungan?

Terkait Gempabumi yang terjadi dalam waktu yang berdekatan tersebut, Dr. Daryono yang merupakan anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) menyampaikan analisanya.

Pagi ini, Minggu 4 Oktober 2026, terjadi 2 gempa cukup kuat dalam waktu berdekatan. Gempa Sumba Barat Daya M5,9 terjadi pukul 05.55.52 WIB, kemudian 41 menit 41 detik kemudian disusul gempa Aceh Jaya M5,7 pukul 06.37.33 WIB, kata Ungkap Daryono.

Meskipun waktunya sangat berdekatan, kedua gempa tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat. Sumbernya terpisah ribuan kilometer dan mekanisme tektoniknya berbeda, katanya kepada redaksi persuasi-news.com pada hari ini Minggu (4/10/2026).

Gempa Sumba berkedalaman 30 km memiliki mekanisme sesar turun (normal fault), yang menunjukkan proses peregangan kerak bumi. Sementara gempa Aceh berkedalaman 55 km bermekanisme sesar naik (thrust fault), berkaitan dengan proses kompresi pada sistem subduksi megathrust Sumatra, jelasnya.

Menariknya, gempa Sumba yang lebih dangkal menghasilkan guncangan hingga VI MMI (berpotensi merusak), lebih kuat daripada Aceh yang mencapai IV MMI (hanya guncangan kuat). Ini mengingatkan bahwa kuatnya guncangan di permukaan tidak hanya ditentukan magnitude saja, tetapi juga kedalaman sumber, jarak, karakter batuan yang dilalui gelombang, dan kondisi tanah setempat, pungkas pria yang biasa disapa pak Dar tersebut.

Jadi, berdekatan dalam waktu bukan berarti berkaitan secara tektonik. Dua gempa dalam waktu kurang dari 42 menit ini justru menggambarkan betapa aktif dan kompleksnya tektonik Indonesia: banyak sumber gempa dapat mengakumulasi dan melepaskan energi secara independen pada waktu yang kebetulan berdekatan, tutupnya.

(*Sumber data: BMKG)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button