Opini

BUBARKAN GRIB, CEGAH MENJADI NEGARA GEROMBOLAN (MOBOKRASI)

Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)

Bandung, 3 September 2026

Ormas sebagai organisasi preman adalah kepalsuan atau merupakan kejahatan yang terorganisasi (organized crime). Menanggulangi aksi demonstrasi dengan intimidasi kelompok preman bukan saja tidak sehat tetapi bentuk lain  dari kepengecutan aparat. Lebih jauh jika dibiarkan atau dibesarkan dapat menggeser negara kerakyatan (demokrasi) menjadi negara gerombolan (mobokrasi).

GRIB Jaya diduga pengeroyok Bambang Setiyawan dalam demo tunggangan preman 27 Agustus 2026. Tukang kaca ini tewas.  Menurut keluarganya Bambang tidak ikut demo apapun apakah mahasiswa, ojol, Pati, atau lainya. Ia korban kebrutalan kelompok preman yang sengaja untuk beradu dengan pendemo murni. Kebersamaan  dan perlindungan Brimob memperkuat dugaan bahwa GRIB Jaya adalah tangan aparat untuk bentrok dan rusuh.

Ini pola kerusuhan sebagai disain. Rusuh bukan yang dicegah tetapi diinginkan. Kelompok politik dan jaringan kekuasaan adalah pemanfaat keadaan. Penangkapan atas kerusuhan bukan pada kelompok preman peliharaan tetapi pendemo murni, mereka yang terpancing ikut-ikutan, atau korban sengaja target. Peristiwa 27 Agustus 2026 pengulangan kerusuhan Agustus tahun lalu. Geng Jokowi dan geng Prabowo tenang-tenang saja dan keduanya bersama-sama tertawa senang.

7 truk mengangkut kelompok preman yang turun di kawasan Slipi bertindak seperti aparat yang membubarkan aksi. Demikian juga tindakan brutal di area pejompongan dan petamburan. Bambang Setiyawan dipukuli dan diseret oleh kelompok orang yang diduga anggota GRIB pimpinan Rosario Marshall alias Hercules. Hercules sendiri nampak berada di lapangan aksi.

Keluarga Bambang dan publik menuntut pengusutan tuntas atas pengeroyokan tersebut. Suara agar GRIB dibubarkan bergulir dan menggema. Organisasi preman bukan ormas, tetapi gerombolan. Tidak boleh dibiarkan dipelihara apalagi terkesan bergabung dengan aparat. Alat pemukul kayu dan bambu bercampur dengan senjata api.

GRIB Jaya memiliki reputasi buruk dalam tindakan premanisme. Berulang terlibat dslam perseteruan dan konflik.
Intimidasi dan menakut-nakuti adalah musuh dari perilaku damai, dan tertib hukum. Aksi demonstrasi yang ditunggangi oleh perusuh menjadi kelaziman yang berbahaya. Organisasi preman tidak boleh dihidupkan atau dilindungi.

Bubarkan GRIB Jaya dan adili para perusuh penunggang aksi karena mereka adalah “ghost rider”. Berbaju hitam dan bergerak bagai hantu. Menganiaya dan merenggut nyawa tanpa rasa dosa. Seolah menjadi pembela rakyat dan negara. Faktanya justru merusak kesatuan bangsa.

Tindakan tegas atas keterlibatan ormas preman dalam kerusuhan adalah kerja mulia dalam membangun efek jera sekaligus mencegah agar negara tidak berubah menjadi negara mafia di bawah kekuasaan kaum gerombolan atau mobokrasi. Mulai dengan mengusut tuntas penganiaya dan pembunuh Bambang Setyawan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button