Opini

BERANTAS KORUPSI, OLIGARKI, DAN GARONGISASI

BERANTAS KORUPSI, OLIGARKI, DAN GARONGISASI

Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)

Bandung, 1 Agustus 2026

Penghancur bangsa dan negara, konstitusi dan ideologi, serta moral dan material adalah korupsi, oligarki, dan garongisasi. Tiga penyakit yang menjangkiti pejabat, konglomerat, dan aparat ini hanya bisa diberantas dengan konsistensi penegakan hukum dan atau gerakan rakyat semesta, revolusi.

KORUPSI

Perampokan uang negara dan rakyat  kini sudah sedemikian merajalela dari atas hingga ke bawah, dari Presiden hingga Kepala Desa. Gandengannya adalah kolusi antara penguasa dan pengusaha. Anehnya perampok berjasi dan berseragam ini tidak pernah merasa berdosa mungkin karena dianggap biasa. Semua juga sama, hanya sial dan kebetulan saja yang membuat kena dan dipenjara. Di dalam pun masih bisa bermain sulap demi kebahagiaan. Dulu angka satu milyar telah membuat pingsan, kini ratusan trilyun tertawa cengengesan.

OLIGARKI

Sekelompok kecil penguasa mengendalikan rakyat yang banyak. Perampok kedaulatan rakyat ini berkolaborasi dalam polar oligarki politik dan bisnis. Memanipulasi lambang garuda untuk kepentingan naga. Mahir bermain mata dan berkata dusta. Oligarki musuh demokrasi, kolonial baru pelanggar hak-hak asasi. Mereka membeli rakyat dengan amplop dan sembako, mengatur harga dan memeras dengan pajak. Oligarki adalah mafia pencipta executhieves, legislathieves, dan judicathieves.

GARONGISASI

Ini jenis perampokan sumber daya alam apakah batubara, emas, nikel, timah, minyak, air, sawit, hasil bumi dan lainnya. Bagi-bagi keuntungan pebisnis besar dengan asing. Menjual negara dengan harga murah. Hilirisasi hanya menempatkan rakyat tetap di hilir menikmati angin semilir, di muara garong hitung-hitung kelipatan kekayaan. Garongisasi mempertinggi kesenjangan. Rakyat menderita berurai air mata sementara garong bermewah-mewah menikmati eksploitasi mata air.

PENEGAKAN HUKUM

Korupsi, oligarki, dan garongisasi adalah kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime. Aparat penegak hukum baik kepolisian, kejaksaan,  mapun pengadilan harus konsisten, transparan, dan jujur dalam menjalankan tugasnya. KPK, BPK, atau PPATK membantu penegakan hukum itu. Presiden mengkoordinasi pemberantasan dengan dukungan rakyat. Posisi kini adalah to be or not to be, artinya tidak ada pilihan. Tajam hukum berujung sukses dan menang, tumpul berakibat mundur dan hancur.

REVOLUSI

Bila penegakan hukum gagal memberantas korupsi, oligarki, dan garongisasi, maka tidak ada jalan lain selain rakyat semesta itu sendiri yang berbuat. Rakyat yang merebut kedaulatannya untuk kemudian melakukan penataan ulang pengelolaan negara. Organ yang sudah membusuk harus diamputasi. Koruptor, oligark, dan garong itu harus dihukum mati di bawah pengadilan rakyat. Perubahan evolusi yang gagal selalu bergeser menjadi revolusi. Ini hukum alam, hukum sosial, dan hukum sejarah.

Rakyat kecil yang terus dibuat kerdil akan melakukan perbuatan yang besar. Revolusi adalah harga diri. Korupsi, oligarki, dan garongisasi tidak boleh dibiarkan berlama-lama. Negara dan bangsa harus diselamatkan oleh rakyatnya sendiri.
Merdeka atau mati.
Ini slogan revolusi para pejuang sejati.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button