PRABOWO MEMANG PARAH, HARUS CEPAT DIGANTI
Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)
Bandung, 15 September 2026
Reshuffle kabinet adalah tuntutan rakyat demi perbaikan pengelolaan negara. Pemerintahan Prabowo buta dan tuli terhadap tuntutan rakyat tersebut. Menteri-menteri titipan Jokowi bukannya diganti malah dipuji-puji. Kinerja brat bret brot disebut sangat berprestasi. Kapolri minta segera diberhentikan malah dibuatkan aturan untuk memperpanjang. Memang Prabowo itu parah. Tiba-tiba ada resafel aneh, Menteri Keuangan Purbaya ternyata dicopot.
Mendadak ditelpon Prabowo saat rapat bersama DPD. Dinilai sebagai tindakan janggal dan ugal-ugalan. Arogan dan otoriter khas Prabowo tetapi membebek bagai ada perintah majikan. Penggantinya Suahasil Nazara orang Jokowi lama. Ia mantan Wamenkeu dalam pemerintahan Jokowi dan berlanjut pada masa Prabowo. Orang Nias beragama kristen protestan ini kini menjadi tokoh puncak pengendali keuangan negeri. Apakah kedudukannya itu swa hasil atau hasil swa oligarki ?
Prabowo itu Presiden yang tidak jelas arah dan sikap politiknya. Independensi dan kemandiriannya di samping lemah juga rapuh. Jenderal korps pembebas sandera justru bahagia dijadikan sandera. Bintang hanya hiasan dan bahan tertawaan orang-orang sekitar. Kerapuhan Prabowo menjadi celah dan semangat bagi orang di belakang untuk melakukan penguasaan dan pengendalian. Prabowo memancing kemarahan yang semakin meluas.
Muhammad Said Didu tokoh kritis yang sabar mendukung dan mencoba selalu mencari tafsir positif dari langkah Prabowo nampaknya sudah mulai gelisah dan khawatir. Prabowo lemah, payah, dan bakal patah. Menurutnya squad Jokowi, yang ia sebut geng SOP akan memanfaatkan momentum kemarahan untuk melengserkan Jokowi demi naiknya Gibran.
Menurutnya ada 6 (enam) potensi kemarahan, yaitu kemarahan rakyat miskin yang semakin miskin, kelas menengah yang kesulitan BBM, oligarki hitam karena ditertibkan, aktivis dan pendukung yang mulai frustrasi karena Prabowo tak bisa lepas geng SOP, pemimpin daerah akibat pemotongam dana daerah, dan kemarahan rakyat atas amburadulnya pelaksanaan MBG.
Surat terbuka yang dilayangkan M Said Didu entah didengar atau tidak oleh Prabowo butul, buta dan tuli.
Memang Prabowo itu payah dan parah. Semakin kompleks ketidakbecusannya. Kesehatannya perlu diperiksa serius. Pemimpin negara harus sehat mental, emosional, moral dan intelektual. Pangkat Jenderal tidak menjadi jaminan jika dalam prakteknya berjiwa tidak ksatria, pengecut, dan khianat.
Negara besar tidak boleh dipimpin oleh orang yang merasa besar tapi takut pada anak kecil.
Mengganti Presiden bersama-sama Wakil Presiden bukanlah hal yang tabu dalam menjaga NKRI. Konstitusi RI telah mengatur secara terang benderang.
Sangat terang benderang.




