Dari Pacitan, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Hanya Jadi Konsumen, Tapi Pencipta Peluang
Pacitan, 15 Agustus 2026
Generasi muda tidak seharusnya hanya menjadi pengguna teknologi dan konsumen, tetapi harus berani mengambil peran sebagai pelaku ekonomi dengan menciptakan peluang dan mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Pesan tersebut disampaikan dalam Lomba Pidato AHY Muda.
Salah satu peserta, Nanda Marta Wilutama, siswa kelas XII Desain Komunikasi Visual SMK Negeri 1 Pacitan, mengangkat tema “Ekonomi Rakyat dan Peluang Generasi Muda” dalam pidatonya.
Nanda mengajak masyarakat melihat kembali siapa yang sebenarnya menggerakkan perekonomian Indonesia. Menurutnya, ekonomi rakyat tidak hanya bertumpu pada perusahaan besar, tetapi juga tumbuh dari warung kecil, pedagang pasar, petani, pengrajin, dan para pelaku UMKM.
“Ekonomi Indonesia juga tumbuh dari warung kecil, pedagang pasar, petani, pengrajin, dan jumlah pelaku UMKM,” ujar Nanda.
Ia kemudian menyoroti perkembangan teknologi digital yang menurutnya dapat menjadi kekuatan baru bagi ekonomi rakyat. Nanda mengambil contoh penggunaan QRIS oleh pelaku UMKM sebagai bukti bahwa teknologi dapat membantu usaha kecil beradaptasi dengan perubahan zaman.
Menurutnya, digitalisasi memberikan kesempatan bagi pedagang kecil yang sebelumnya hanya mengandalkan pembayaran tunai untuk mulai menggunakan sistem pembayaran digital.
“Inilah bukti bahwa teknologi dapat menjadi kekuatan ekonomi rakyat,” katanya.
Namun, Nanda mempertanyakan posisi generasi muda di tengah perkembangan tersebut. Menurutnya, anak muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi.
“Apakah kita hanya menjadi pengguna teknologi? Tentu tidak. Kita harus menjadi pelaku ekonomi,” tegasnya.
Ia melihat generasi muda memiliki keunggulan berupa kreativitas dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi. Keunggulan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaku UMKM, misalnya melalui kemampuan membuat desain kemasan, mengembangkan promosi digital, maupun menciptakan usaha berdasarkan keterampilan yang dimiliki.
Bagi Nanda, menjadi pelaku ekonomi tidak cukup hanya bermodalkan ide. Generasi muda juga membutuhkan keberanian untuk mencoba, kemampuan mengelola keuangan, kreativitas, serta kemauan untuk terus belajar.
“Jangan pernah berpikir, saya masih muda, saya belum bisa melakukan apa-apa. Justru karena kita masih muda, kita memiliki kesempatan untuk belajar, mencoba dan menciptakan perubahan,” katanya.
Nanda mengajak generasi muda mengubah cara pandang terhadap peluang. Anak muda, menurutnya, tidak seharusnya hanya menunggu kesempatan datang, tetapi harus berani menciptakan kesempatan tersebut.
“Jangan hanya menjadi konsumen, jadilah kreator. Jangan hanya mencari peluang, ciptakanlah peluang. Dan jangan menunggu masa depan datang, mari kita membangun masa depan dari sekarang,” ujarnya.
Menurut Nanda, ketika masyarakat semakin berdaya, ekonomi rakyat akan semakin kuat. Sementara Indonesia akan semakin maju ketika generasi mudanya mampu berkarya dan mengambil peran dalam perekonomian.
“Ekonomi rakyat adalah kekuatan bangsa. Dan generasi muda adalah energi perubahannya,” tutur Nanda.
Ia pun mengajak anak muda untuk terus belajar, berkarya, dan berwirausaha serta memanfaatkan teknologi tidak hanya untuk hiburan, tetapi untuk membuka dan menciptakan peluang.
“Karena kita bukan sekadar penerus bangsa, kita adalah pencipta masa depan,” pungkasnya.
Pesan Nanda dari Pacitan menjadi pengingat bahwa kekuatan ekonomi Indonesia juga tumbuh dari masyarakat dan pelaku usaha di tingkat akar rumput. Dengan kreativitas, keterampilan, dan keberanian memanfaatkan teknologi, generasi muda memiliki ruang besar untuk ikut memperkuat ekonomi rakyat.
Melalui Lomba Pidato AHY Muda, Partai Demokrat membuka ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk menyampaikan gagasan dan pandangannya tentang masa depan Indonesia. Partai Demokrat percaya bahwa generasi muda bukan hanya penerus, tetapi juga pencipta peluang dan bagian penting dari kekuatan ekonomi Indonesia.




