Peristiwa

Lawan Bullying, Jangan Diam Dan Segera Laporkan

Kuningan, 21 Agustus 2026

Lawan Bullying, Jangan Diam dan Segera Laporkan, Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si Kampanye Nasional Stop Bullying yang berlangsung di SMP Negeri 1 Kuningan, Jumat (21/8/2026).

Dirinya mengajak seluruh pelajar SMP Negeri 1 Kuningan untuk bersama-sama mencegah dan melawan praktik bullying atau perundungan di lingkungan sekolah maupun di ruang digital.

Menurut Dian Rachmat, Perundungan bukan sekadar candaan, tindakan mengejek, menghina, mengancam, mengucilkan hingga melakukan kekerasan fisik dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis korban.

Canda dengan bullying atau perundungan itu beda. Kalau bullying mengakibatkan kita merasa tersakiti, sakit hati, minder, atau merasa terancam, itu namanya bullying, bukan candaan,tegas Bupati Kuningan tersebut.

Selain itu, Dia mengingatkan para siswa agar tidak tinggal diam ketika melihat adanya tindakan perundungan. Baik korban maupun siswa yang menyaksikan kejadian tersebut harus berani menyampaikan laporan kepada guru, kepala sekolah, maupun orang tua.

Kalau ada teman kita yang bercanda sudah kelewatan, mengancam, mengejek secara fisik, membuat kita tersinggung, membuat kita sakit hati, membuat kita minder, itu namanya perundungan atau bullying. Tidak boleh itu, pintanya.

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si Kampanye Nasional Stop Bullying yang berlangsung di SMP Negeri 1 Kuningan, Jumat (21/8/2026).

Dampak perundungan tidak boleh dianggap sepele. Korban dapat kehilangan rasa percaya diri, menarik diri dari lingkungan pergaulan hingga mengalami gangguan terhadap perkembangan psikologisnya. Karena itu, upaya mencegah bullying merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya guru dan kepala sekolah, tetapi juga siswa, orang tua, serta seluruh warga sekolah, ujar Bupati Dian.

“Perundungan, bullying itu tanggung jawab kita semua. Bukan hanya tanggung jawab kepala sekolah, bukan hanya tanggung jawab guru, tapi tanggung jawab kita semua,”  katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian juga menyampaikan kedekatan emosionalnya dengan SMP Negeri 1 Kuningan. Ia merupakan alumni sekolah tersebut dan menyebut SMPN 1 Kuningan sebagai salah satu sekolah yang memiliki tempat khusus dalam perjalanan hidupnya.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa istrinya juga merupakan alumni SMPN 1 Kuningan. Ketiga anaknya pun pernah menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

“Bapak alumni SMP 1 puluhan tahun yang lalu. Istri Bapak juga di SMP 1. Anak Bapak tiga, sudah lulus semua dari SMP 1. Pokoknya SMP 1 Kuningan top lah, hebat,” ungkapnya.

Bupati Dian berpesan agar menjaga nama baik almamater dan memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin. Ia menyebut banyak alumni SMPN 1 Kuningan yang telah berhasil meniti berbagai profesi, mulai dari jenderal, pejabat, dosen, kiai hingga pengusaha.

Bupati Dian turut menyampaikan apresiasi kepada Tim yang menggagas kegiatan penyuluhan mengenai bahaya bullying sekaligus produksi film “Aku Bukan Musuhmu”.

Dirinya berharap, kampanye tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu membangun kesadaran para siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan saling menghargai.

Bupati Dian menitipkan empat pesan kepada para pelajar untuk menjadi bekal dalam meraih cita-cita, yakni belajar dengan sungguh-sungguh, mengikuti nasihat orang tua, menaati nasihat guru, serta menjaga hubungan baik dengan teman-teman.

Belajar yang baik, yang rajin. Kedua, ikuti nasihat orang tua. Ketiga, ikuti nasihat guru. Keempat, berbaik-baik dengan teman-teman sekolah. Itu kuncinya menjadi orang yang sukses, pintanya.

Kemudian, Dirinya mengajak seluruh siswa untuk berkomitmen bersama mencegah bullying di SMPN 1 Kuningan. Para siswa pun menyatakan kesiapan untuk melawan perundungan dan berani melaporkan apabila menemukan tindakan bullying di lingkungan sekolah.

“Siap untuk mencegah tidak terjadinya bullying di SMP 1? Mau melaporkan ke guru, ke kepala sekolah? Siap kita melawan?” ajaknya, yang disambut antusias para siswa.

Kampanye Nasional Stop Bullying tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya saling menghormati, kepedulian dan keberanian melapor, sehingga sekolah benar-benar menjadi ruang yang aman bagi setiap anak untuk belajar, berkembang dan meraih cita-citanya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button