Opini

REBUT KEMBALI  KEDAULATAN RAKYAT

Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)

Bandung, 10 Juli 2026

Jokowi harus dihajar karena membangun politik dinasti. Bertentangan dengan ideologi dan konstitusi. Kedaulatan di tangan famili bukan rakyat. Indonesia negara demokrasi musuhnya adalah dinasti dan oligarki.
Meruntuhkan keduanya dimulai dari gerakan menghancurkan Jokowi.

Jokowi kini seperti kuat, tetapi sebenarnya sudah sekarat. Mau mati. Lewat ijazah palsu yang akan terbukti dan Polisi yang cepat atau lambat tidak bisa memproteksi lagi.
Indikasinya bahwa Prabowo berjarak dengan Jokowi, Jokowi yang tidak mulus bersafari kendarai PSI, serta Jokowi yang semakin menjadi common enemy.

Jika Jokowi mati maka berefek domino pada penggerusan daulat oligarki. Tapi jika rakyat tidak bergerak maka akan terbentuk oligarki baru dan kekuasaan yang otoriter. 
Bahaya ke depan adalah kapitalisme kaum oligark yang bersatu dengan etatisme kekuasaan otoriter.

Langkah Strategis

Edukasi politik rakyat bahwa rakyat harus membebaskan diri dari rezim kolonial. Kedaulatan rakyat direbut kembali melalui reformasi atau revolusi.

Presiden harus didesak untuk menentukan pilihan apakah bergerak bersama rakyat atau masih  menjadi antek Jokowi yang sudah mau mati. Pembuktian bukan dengan omon-omon.

Kebijakan konkrit dengan membuka jalan agar Jokowi ditangkap dan diadili, Gibran dimakzulkan. Partai politik dikoordinasikan dan Kepolisian dikendalikan. TNI dibersihkan.

Bangun Konsensus Nasional baru untuk meluruskan kiblat bangsa. Membenahi sistem kepartaian, memurnikan UUD, serta ekonomi kerakyatan yang mendesak untuk segera diwujudkan. Kesenjangan telah memasuki fase darurat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button