ABRACADABRA DARI INJAK KEPALA KERBAU MENJADI SILUMAN KEPALA KERBAU
Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)
Bandung, 4 Juli 2026
Masih bergidig mengerikan membayangkan upacara adat di Lampung saat Jokowi menginjak kepala kerbau di atas hamparan karpet berwarna merah. Simbolik multi makna yang menimbulkan kontroversi. Injakan kepala terus berbuntut. Awal buruk dari safari sang baginda yang bernarasi memenuhi undangan masyarakat. Sudah dapat diprediksi undangan asli tapi palsu. Penolakan masyarakat pun terjadi.
Konon akan berlanjut berkeliling taman safari Jokowi ke NTT dan Jawa Barat. Seperti biasa agendanya menunggangi budaya bersama PSI. Narsis merasa masih dicintai dan dielu-elukan rakyat padahal yang datang menyambut adalah para pecinta amplop. Seperti kena jampi-jampi Jokowi yang sudah tamat merasa tetap eksis dan berkuasa. Raja itu jalan-jalan telanjang tetapi merasa berbaju tebal dan indah. Orang mentertawakan dianggap sedang bertepuk tangan.
Kepala kerbau yang diinjak tiba-tiba berpindah ke kepala manusia, abracadabra. Mungkin seperti dalam mitologi Yunani manusia berkepala kerbau Minotaur yang buas senang memangsa manusia. Lahir dari Ratu Kreta bernama Pasifae yang jatuh cinta kepada seekor kerbau. Raja Minos mengurung dalam gua rumit jebakan Labirin. Kebuasannya tidak dapat berhenti, hingga seorang pahlawan Yunani Theseus dapat membunuhnya.
Dalam budaya populer di Indonesia manusia berkepala kerbau adalah siluman penunggu tempat keramat apakah sungai, hutan, bangunan tua, dan lainnya. Salah satu mitos adalah makhluk Mahesa Sura atau Lembu Sura di Gua Kiskendo Kulon Progo. Manusia kepala kerbau penunggu 9 ruang pertapaan dan tempat ritual mistis. Dalam kisah pewayangan siluman Mahesa Sura atau Lembu Sura dari Gua Kiskendo itu dikalahkan oleh Sugriwa dan Subali.
Orang berkepala kerbau dikenal untuk sebutan manusia dungu yang tidak tahu diri. Raganya manusia tapi otaknya kerbau. Penurut jika sudah dicocok hidungnya, dikendalikan oleh nafsu kekuasaan dan uang, sombong karena merasa besar dan kuat, berilusi mampu memimpin, serta sok manfaat bagi petani dan rakyat kecil. Manusia kepala kepala kerbau itu himpunan orang-orang klenik dan mistik. Meminggirkan akal sehat dan hati yang bersih.
Jokowi kini merasa sehat dan kuat, percaya diri untuk mampu berlari cepat. Curi start namanya. Menunggangi apa yang bisa ditunggangi termasuk budaya. Mau menyapa masyarakat demi momong anak cucu. Menghindari diri dari hiruk pikuk ijazah yang dituduh palsu.
Kemarin injak kepala kerbau sekarang mengendalikan kerbau. Besok, abracadabra menjadi siluman kepala kerbau.



