Uncategorized

Wakil Ketua DPR RI PROF. Sufmi Dasco Ahmad Dukung Gerakan Nasional Stop Bullying, Film “AKU BUKAN MUSUHMU TAPI AKU SAHABATMU” Hadir Menyelamatkan Masa Depan Generasi Indonesia

Jakarta, 13 Agustus 2026

Gerakan Nasional STOP BULLYING atau STOP PERUNDUNGAN terus mendapatkan dukungan dari berbagai elemen bangsa. Dukungan tersebut menjadi semakin kuat dengan hadirnya film layar lebar “AKU BUKAN MUSUHMU TAPI AKU SAHABATMU”, sebuah karya yang membawa pesan persahabatan, kepedulian, kemanusiaan dan perlindungan terhadap anak-anak Indonesia.

Dukungan terhadap gerakan tersebut salah satunya datang dari Wakil Ketua DPR RI, Prof. Dr. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., yang menyerukan pentingnya membangun lingkungan yang aman, nyaman dan penuh kepedulian bagi anak-anak Indonesia.

Semangat tersebut tercermin dalam pesan kampanye:

“STOP BULLYING. STOP KEKERASAN. BANGUN PERSAHABATAN. WUJUDKAN INDONESIA YANG RAMAH, BERADAB DAN BERKEMANUSIAAN.”

Prof. Sufmi Dasco Ahmad Apresiasi Gagasan Pangeran Kuda Putih

Dalam dukungannya terhadap kampanye nasional STOP BULLYING, Prof. Sufmi Dasco Ahmad juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Cirebon Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., yang menjadi penggagas ide cerita, penulis skenario sekaligus produser film “AKU BUKAN MUSUHMU TAPI AKU SAHABATMU.”

Apresiasi tersebut menjadi sebuah penghormatan atas kepedulian dan gagasan yang dituangkan melalui karya seni untuk menyuarakan perlindungan terhadap anak-anak Indonesia.

Lebih dari sekadar sebuah produksi film, gagasan tersebut dinilai memperlihatkan bahwa Raja dan Sultan Nusantara juga dapat ikut mengambil peran bersama pemerintah dan seluruh elemen bangsa dalam memberikan perhatian terhadap masa depan anak-anak Indonesia.

Keterlibatan tersebut menjadi simbol bahwa menjaga generasi penerus bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa, termasuk para Raja dan Sultan Nusantara, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, seniman, orang tua dan seluruh masyarakat Indonesia.

Semangat itu selaras dengan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Indonesia yang kuat melalui generasi penerus yang sehat, cerdas, berkarakter, tangguh dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Karena itu, kepedulian terhadap anak-anak harus menjadi gerakan bersama. Anak-anak Indonesia harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, mendapatkan pendidikan yang baik, memiliki rasa percaya diri, serta terbebas dari kekerasan dan perundungan.

Film yang Lahir dari Kepedulian

Film “AKU BUKAN MUSUHMU TAPI AKU SAHABATMU” digagas dan ditulis langsung oleh Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Cirebon Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., yang lebih dikenal sebagai Pangeran Kuda Putih, Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon, sekaligus bertindak sebagai produser.

Film ini disutradarai oleh Rd. Beben Firmansyah Arianatareja, putra sutradara legendaris nasional almarhum H. Maman Firmansyah.

Kekuatan film semakin lengkap dengan hadirnya sejumlah bintang senior dan publik figur tanah air, antara lain Sandy Tumiwa, Yama Carlos, Dery Sulaiman, Berbie Kumala, Dede Satria, Vicky Prasetyo dan masih banyak lagi. Film ini juga dipersiapkan dengan sejumlah kameo kejutan yang diharapkan semakin menarik perhatian masyarakat.

Ketika Istana, Pemerintah dan Masyarakat Bersatu untuk Anak

Dukungan terhadap film ini menunjukkan bahwa pesan perlindungan anak mampu menyatukan berbagai unsur bangsa.

Ketika pemerintah menjalankan kebijakan untuk membangun generasi Indonesia yang unggul, masyarakat bergerak melalui pendidikan dan kepedulian sosial, sementara para Raja dan Sultan Nusantara turut mengambil bagian melalui nilai-nilai budaya, kemanusiaan dan karya nyata, maka terbentuk sebuah kekuatan bersama untuk menjaga masa depan anak-anak Indonesia.

Inilah semangat yang ingin dibawa film “AKU BUKAN MUSUHMU TAPI AKU SAHABATMU.”

Bukan sekadar menghadirkan hiburan di layar lebar, tetapi mengajak seluruh masyarakat untuk berhenti sejenak dan bertanya:

Sudahkah kita menjadi tempat yang aman bagi anak-anak kita?

Sebab di balik seorang anak yang menjadi korban bullying, mungkin ada cita-cita besar yang sedang perlahan padam. Dan di balik seorang anak yang berhasil kita lindungi, ada masa depan bangsa yang sedang kita selamatkan.

Terima Kasih untuk Semua Pihak

Atas dukungan yang diberikan, seluruh pihak yang terlibat dalam gerakan dan produksi film menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Prof. Dr. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., atas dukungan terhadap Gerakan Nasional STOP BULLYING.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh elemen bangsa yang telah memberikan dukungan terhadap lahirnya film ini.

Secara khusus, apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan kepada Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H. atau Pangeran Kuda Putih, atas gagasan dan keberaniannya mengangkat persoalan bullying ke dalam sebuah karya film layar lebar.

Semoga langkah ini menjadi awal dari gerakan yang jauh lebih besar—gerakan yang tidak hanya berbicara tentang menghentikan bullying, tetapi juga tentang menumbuhkan kasih sayang, persahabatan, kepedulian dan kemanusiaan di tengah generasi muda Indonesia.

Karena masa depan Indonesia tidak hanya dibangun dari gedung-gedung tinggi dan kemajuan ekonomi.

Masa depan Indonesia dibangun dari anak-anak yang hari ini kita lindungi.

STOP BULLYING. STOP PERUNDUNGAN. STOP KEKERASAN.
BANGUN PERSAHABATAN. SELAMATKAN GENERASI INDONESIA.

“AKU BUKAN MUSUHMU, TAPI AKU SAHABATMU.”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button