DIPERTUAN AGUNG DANRI SULTAN SEPUH CIREBON Seruan Nasional: Stop Bullying, Selamakan Masa Depan Anak Indonesia
Jakarta, 13 Agustus 2026
Untuk seluruh tokoh bangsa, pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, komunitas, organisasi kemasyarakatan, insan media, para orang tua, generasi muda, dan seluruh rakyat Indonesia.
Hari ini saya mengajak kita semua untuk berhenti sejenak dari segala perdebatan, perselisihan, saling serang, saling hujat, dan kebiasaan mencari kesalahan satu sama lain.
Negeri ini membutuhkan kita untuk bersatu dalam satu kepedulian yang jauh lebih besar: keselamatan dan masa depan anak-anak Indonesia.
Permasalahan bullying atau perundungan tidak boleh lagi kita pandang sebagai persoalan kecil. Perundungan dapat meninggalkan luka yang panjang dalam kehidupan seorang anak, memengaruhi rasa percaya diri, pendidikan, pergaulan, bahkan masa depannya.
Karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menyatakan:
STOP BULLYING!
STOP PERUNDUNGAN!
Anak-anak kita membutuhkan perhatian kita.
Anak-anak kita membutuhkan kasih sayang kita.
Anak-anak kita membutuhkan sentuhan kepedulian kita.
Dan anak-anak kita membutuhkan orang-orang dewasa yang mau berdiri di samping mereka ketika mereka berada dalam kesulitan.
Selama ini mungkin kita terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Terlalu banyak energi kita habiskan untuk perdebatan, perbedaan, perselisihan, bahkan saling menjatuhkan.
Sudah saatnya kita merendahkan hati.
Sudah saatnya kita menundukkan ego.
Sudah saatnya kita mengesampingkan perbedaan.
Mari kita satukan langkah untuk satu tujuan yang mulia: menyelamatkan masa depan anak-anak kita, generasi penerus bangsa dan generasi penerus Nusantara.
Saya mengajak seluruh tokoh bangsa—tanpa melihat latar belakang, golongan, organisasi, agama, suku, maupun pilihan masing-masing—untuk menjadikan gerakan STOP BULLYING sebagai gerakan bersama.
Mari kita mulai dari rumah.
Mari kita mulai dari sekolah.
Mari kita mulai dari lingkungan kita.
Mari kita mulai dari diri kita sendiri.
Jangan biarkan anak-anak tumbuh dalam ketakutan. Jangan biarkan mereka merasa sendirian. Jangan biarkan luka akibat perundungan menghancurkan masa depan mereka.
Mari kita ubah budaya saling menyakiti menjadi budaya saling melindungi.
Mari kita ubah kebencian menjadi kepedulian.
Mari kita ubah perpecahan menjadi persatuan.
Hari ini, dari hati yang paling dalam, saya menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia:
SATUKAN SUARA!
SATUKAN LANGKAH!
SELAMATKAN ANAK-ANAK INDONESIA!
STOP BULLYING!
STOP PERUNDUNGAN!
SELAMATKAN MASA DEPAN GENERASI NUSANTARA!
Kanjeng Gusti Sultan Sepuh
Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., S.H., M.H.
Penggagas Gerakan Nasional Stop Bullying




