Opini

Note: TAHAP SELANJUTNYA COPOT ROY “BABI” SIAHAAN

Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)

Bandung, 4 Nopember 2026

Desakan awal yang ramai atas serbuan brutal aparat Brimob ke Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo adalah pencopotan Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hadi Siahaan. Namun ternyata langkah Kapolri mendahulukan pencopotan Kapolres Sukoharjo dan tim di lingkungan Polres Sukoharjo. Meski langkah ini cukup mendapat apresiasi namun masyarakat khususnya umat Islam tentu belum puas.

Pasukan utama Brimob yang diturunkan adalah dari barisan Polda Jateng sementara Kapolda Jateng bukan semata mengetahui penyerbuan bahkan membela proses tersebut sebagai sudah sesuai SOP, mengklarifikasi, dan memojokkan pihak Pesantren sebagai bagian pembakaran warung mie babi. Tanpa pembuktian bahwa pembakaran itu dilakukan oleh santri-santri putri Hamalatul Qur’an Sukoharjo.

Kapolda harus ditindak. Perilaku model Zionis atau Komunis tidak boleh ditoleransi apalagi dengan pelabelan negatif kepada umat dan organisasi atau lembaga-lembaga Islam. Islamofobia harus diperangi karena hal itu adalah stigmatisasi jahat. Jika dibiarkan kasus penyerbuan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an dantidak diusut tuntas ke akarnya, maka umat Islam dapat dan segera menyiapkan squad perlawanan.

Kapolda Jateng yang diduga beragama Kristen dan kasus pembelaan soal warung mie babi sangat sensitif dan rawan konflik. Perang salib atau perang sabil bisa menjadi spirit bagi perjuangan umat Islam. Kapolri harus mencegah hal ini. Tidak ada jalan lain setelah mencopot Kapolres Sukoharjo maka berikutnya adalah mencopot Kapolda Jateng Irjen Pol Roy “Babi” Siahaan.

Paradigama Kepolisian Orde Lama Listyo Sigit, yang kini menjadi tersangka, atau Tito Karnavian dahulu, harus diubah. Polisi penjahat seperti dalam kasus KM 50, Kanjuruhan, ijazah palsu, dan terbaru penyadapan Istana, adalah paradigma lama tentang Polisi yang bukan sebagai penegak hukum tetapi pembuat masalah, pembengkok, bahkan perusak hukum. Polisi yang menjadi pembuat skandal.

Jenderal Suyudi Ario Seto dituntut untuk bersikap berani dan konsisten dalam melakukan pembaharuan. Rakyat pasti akan mendukung.
Di samping dengan mutasi pejabat di lingkungan Kepolisian yang patut untuk diacungi jempol, juga dengan segera mencopot Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hadi Siahaan.

Kapolri Suyudi telah mampu menangkap dan menahan mantan Kapolri Listyo Sigit, tentu lebih mudah untuk mencopot Roy Hadi Siahaan Kapolda Jateng.
Lebih cepat lebih baik, sebelum umat Islam marah dan menyatakan perang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button