Opini

PRABOWO ADALAH JOKOWI PALSU

Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)

Bandung, 26 Juni 2026

Bertahun-tahun ijazah Jokowi menjadi polemik publik. Sesuatu yang mudah ternyata dibuat sulit dan berbelit. Hak rakyat untuk mengetahui dokumen persyaratan Walikota, Gubernur, dan Presiden seorang Joko Widodo terus ditutup-tutupi. Sejuta alasan dinarasikan untuk itu seolah-olah ijazah adalah barang yang menyebabkan pemiliknya terhinakan. Padahal ijazah merupakan bukti dari prestasi untuk kebanggaan diri dan famili.

Jokowi menyembunyikan dokumen ini melalui tangan UGM dan Kepolisian. Dua institusi yang sedang mempertaruhkan reputasinya. Melindungi anak manusia pembohong yang berprofesi tukang main kayu. Presiden terburuk dalam sejarah Indonesia merdeka. Berijazah palsu untuk menjadi pejabat adalah perilaku hina, dusta, dan khianat. Selembar kertas yang membawa malapetaka bagi bangsa dan negara. Jokowi memang gila.

Gila kuasa Jokowi semakin menjadi-jadi. Dinasti yang dibangun lewat Kaesang dan Gibran terus menantang akal sehat rakyat. Jokowi mau keliling untuk PSI dengan menunggang gajah. Dimulai dengan Festival Gajah di Lampung tanggal 26 Juni 2026. Teringat Abrahah yang percaya diri membawa pasukan gajah untuk menghancurkan ketidakberdayaan manusia dalam melindungi Ka’bah. Jokowi sang angkara murka sedang berupaya merusak dan mengubah arah sejarah.

Allah Yang Maha Pelindung cukup mengirim burung-burung kecil pembawa kerikil untuk memporakporandakan gajah-gajah Abrahah yang bereforia dalam festival.
Di tengah keterengah-engahan nafsu Jokowi untuk membangun kekuasaan kembali, rakyat-rakyat kecil akan melawan ambisi Jokowi dengan lemparan batu kerikil. Gajah permainan politik itu akan hancur lebur di makan nafsu kebusukannya sendiri.

Gagal menjadikan IKN sebagai ibu kota palsu, tidak sukses memahkotai Gibran menjadi pemimpin palsu, terkoyak-koyak wibawa kepolisian oleh Kapolri palsu, tipu-tipu MBG malah berbumbu racun palsu, Cina yang disayangi menjadi pelindung palsu, ijazah menyebabkan Jokowi berpredikat Presiden palsu. Kemenangan palsu Prabowo melanjutkan berjuta program palsu  san guru.
Jokowi, Gibran, dan Prabowo adalah tiga tokoh pencipta kesejahteraan palsu.

Prabowo dituntut rakyat segera melepas Jokowi agar ia bertanggungjawab sendiri. Jangan lagi memproteksi. Jokowi memiliki agenda untuk merebut tahta melalui Gibran sang boneka yang belum cukup usia. Isunya tentang rencana 2029, tetapi baginya lebih cepat lebih baik. Prabowo sendiri semakin menurun kecakapan dimakan usia, sering salah hitung dan menjadi rawan untuk dikudeta. Sebagai tentara harusnya ia faham prinsip “kill or to be killed”. Berlambat-lambat akan terbunuh atau bunuh diri.

Prabowo malu-malu menyentuh Jokowi. Rakyat melihat ia penakut atau pengecut. Bohong mau berkorban untuk rakyat, hanya bisa berpidato heroik yang memualkan. Gemetar menghadapi Kapolri Jokowi, memuji-muji Menteri titipan Jokowi, memeluk erat anak haram Konstitusi, dan menjalankan semua titah Jokowi. Jokowi is the best. Jenderal TNI itu berjoget dikencingi tukang kayu pengabdi ambisi.

Jokowi menjadi hantu yang berijazah palsu. Pabowo adalah Jokowi palsu.
Keduanya sama-sama boneka kayu.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button