Peristiwa

Pelajar Kabupaten Bandung: Jadikan Teknologi Untuk Berkarya, Bukan Sekadar Mengikuti Tren

Bandung , 12 Agustus 2026

Perkembangan teknologi yang semakin pesat harus menjadi peluang bagi generasi muda untuk belajar, berinovasi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan dalam Lomba Rakyat yang digelar Partai Demokrat di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada hari Selasa (11/8/2026).

Salah satu peserta, Raisa Nabila, siswi SMK Wirakarya II Kabupaten Bandung, mengangkat tema “Digitalisasi dan Inovasi Bangsa” dalam pidatonya.

Raisa menilai digitalisasi kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Teknologi telah mengubah berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari cara belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga berkarya.

Menurutnya, perkembangan tersebut membuka peluang besar bagi generasi muda untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Namun, Raisa mengingatkan bahwa digitalisasi tidak cukup hanya dimaknai sebagai kemampuan menggunakan teknologi. Hal yang lebih penting adalah bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sebagai pelajar, kita dapat menggunakan teknologi untuk mencari ilmu, mengembangkan kreativitas, menciptakan karya digital, hingga membuka usaha kecil melalui media sosial maupun platform digital,” ujar Raisa.

Foto : Raisa Nabila, siswi SMK Wirakarya II Kabupaten Bandung
Salah satu peserta Lomba Rakyat yang digelar Partai Demokrat di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada hari Selasa (11/8/2026).

Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi membawa sejumlah tantangan. Penyebaran berita bohong, penyalahgunaan media sosial, hingga cyberbullying menjadi persoalan yang harus dihadapi secara bijaksana.

Menurut Raisa, kecanggihan teknologi harus berjalan beriringan dengan karakter, etika, dan tanggung jawab penggunanya.

“Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya pandai menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kreativitas, tanggung jawab, dan karakter yang baik,” katanya.

Raisa juga mengingatkan generasi muda agar tidak menjadikan kemudahan teknologi sebagai alasan untuk berhenti berpikir dan belajar.

“Jangan sampai teknologi membuat kita menjadi malas berpikir. Jangan sampai kemudahan teknologi membuat kita menjadi kehilangan semangat untuk belajar. Sebaliknya, jadikan teknologi sebagai alat untuk berkembang dan berkarya,” tegasnya.

Karena itu, Raisa mengajak teman-teman seusianya untuk terus belajar, berani mencoba hal-hal baru, serta memanfaatkan teknologi untuk mencari solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

Baginya, kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan inovasi dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masa depan.

“Bangsa yang maju bukanlah bangsa yang hanya mampu menggunakan teknologi. Melainkan bangsa yang mampu menciptakan inovasi dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masa depan,” ujarnya.

Pesan Raisa dari Kabupaten Bandung menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki ruang yang besar untuk mengambil peran di tengah perkembangan teknologi. Digitalisasi bukan sekadar perubahan cara hidup, tetapi juga peluang bagi anak muda untuk menciptakan gagasan, karya, dan solusi bagi masyarakat.

Melalui Lomba Rakyat, Partai Demokrat membuka ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk menyampaikan gagasan dan pandangannya tentang masa depan Indonesia. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Partai Demokrat untuk terus bersama rakyat, memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button