Pelajar Wonosobo: Ekonomi Maju Harus Dirasakan Seluruh Masyarakat
Wonosobo, 12 Agustus 2026
Kemajuan ekonomi, keadilan, dan demokrasi merupakan tiga hal yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun masa depan Indonesia. Pesan tersebut disampaikan dalam Lomba Rakyat yang digelar Partai Demokrat, Wonosobo, pada hari Selasa (11/8/2026).
Salah satu peserta, Iza Sumamrabila, siswa kelas XII SMA Negeri 2 Wonosobo, menyampaikan gagasan tentang pentingnya memastikan kemajuan bangsa dapat dirasakan seluruh masyarakat.
Dalam pidatonya, Iza mengawali dengan tiga pertanyaan mengenai arah pembangunan Indonesia: apa gunanya ekonomi yang maju jika masih banyak rakyat tertinggal, apa gunanya hukum jika keadilan belum ditegakkan, dan apa gunanya demokrasi jika masyarakat tidak mau saling mendengarkan.
Menurut Iza, pertanyaan tersebut menjadi penting untuk direnungkan karena ukuran kemajuan sebuah negara tidak semata-mata dapat dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi.
“Bangsa yang benar-benar maju dapat dilihat melalui kesejahteraan masyarakat, tegaknya keadilan dan juga demokrasi,” ujar Iza.
Iza mengatakan kemajuan ekonomi memang menjadi harapan bersama karena dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan. Namun, pertumbuhan ekonomi tidak akan berarti apabila manfaatnya hanya dinikmati oleh sebagian masyarakat.
“Ekonomi yang maju harus benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” katanya.
Selain ekonomi, Iza menilai keadilan juga harus menjadi bagian penting dari pembangunan. Keadilan, menurutnya, bukan hanya mengenai penegakan hukum tanpa pandang bulu, tetapi juga memastikan setiap orang memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk bekerja, belajar, berusaha, serta mendapatkan kehidupan yang layak.
Lalu, bagaimana ekonomi dan keadilan dapat berjalan beriringan? Iza melihat demokrasi memiliki peran penting dalam menjembatani keduanya.
Menurutnya, demokrasi tidak sebatas datang ke tempat pemungutan suara dan menggunakan hak pilih. Demokrasi juga berarti keberanian menyampaikan pendapat sekaligus kesediaan untuk mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain.
Ia mengajak generasi muda mengambil bagian dalam ketiga proses tersebut melalui tindakan sehari-hari. Dengan sikap yang adil dan menghargai hak orang lain, generasi muda ikut menegakkan keadilan. Dengan bekerja dan berkontribusi, mereka ikut memajukan ekonomi. Sementara melalui diskusi yang santun dan saling menghargai, mereka ikut menjaga demokrasi.
Bagi Iza, memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi bukanlah tiga agenda yang berjalan sendiri-sendiri. Ketiganya justru saling memperkuat.
“Kemajuan ekonomi yang adil akan menciptakan manfaat untuk seluruh masyarakat Indonesia. Sekaligus keadilan juga menjadi fondasi untuk demokrasi. Dan demokrasi yang baik akan melahirkan kebijakan-kebijakan yang akan menyejahterakan seluruh masyarakat,” tuturnya.
Karena itu, Iza mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton yang bangga melihat Indonesia maju, tetapi turut mengambil bagian dalam mewujudkannya.
“Kita generasi muda yang berani berpikir, berani bekerja, dan berani menjaga persatuan akan mewujudkan Indonesia yang lebih maju,” pungkas Iza.
Pesan Iza dari Wonosobo menjadi pengingat bahwa pembangunan Indonesia tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan, tetapi harus memastikan kemajuan berjalan bersama kesejahteraan, keadilan, dan demokrasi. Dari daerah, suara generasi muda turut memperkaya percakapan tentang bagaimana Indonesia dapat tumbuh menjadi bangsa yang maju sekaligus memberikan manfaat yang adil bagi seluruh masyarakat.
Melalui Lomba Rakyat, Partai Demokrat membuka ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk menyampaikan gagasan dan pandangannya tentang masa depan Indonesia. Partai Demokrat percaya bahwa kemajuan bangsa harus dibangun bersama generasi muda—dengan keberanian untuk berpikir, bekerja, menjaga persatuan, dan mengambil bagian dalam kehidupan demokrasi.




