AKSI DAMAI GOIB 30 JUNI 2026 Menuntut Kebijakan Negara Yang Berlandaskan Hukum Dan Berpihak pada Rakyat
Jakarta, 26 Juni 2026
Hak menyampaikan pendapat di muka umum dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945. Hal inilah yang menjadi landasan utama langkah Aliansi GOIB yang akan menggelar Aksi Damai di Jakarta, tanggal 30 Juni 2026. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dan pengawalan prinsipil dari Aliansi Pengemudi Online Bersatu – Federasi Serikat Pekerja Pengemudi Online Bersatu (APOB-FSPPOB), yang menegaskan: aksi ini adalah wujud kepatuhan pada aturan sekaligus teguran keras agar pemerintah segera menyusun kebijakan yang nyata-nyata pro rakyat.
Dalam pernyataan sikap resmi yang disampaikan Ketua Umum FSPPOB sekaligus Penanggung Jawab APOB, Kemed Anderson, ditegaskan bahwa dukungan organisasi tidak lepas dari koridor hukum dan ketertiban. “Solidaritas tanpa batas! Kami APOB-FSPPOB berdiri bersama Aliansi GOIB. Damai, tertib, patuh aturan, dan berdaulat atas hak konstitusional kami,” tegasnya, mengingatkan bahwa perjuangan ini dijalankan sesuai jalur yang diizinkan negara.
✊ Bukan Keributan, Ini Penegakan Hak Berdasar Aturan
Narasi yang dibawa massa sangat jelas dan terukur: “Bukan keributan, ini penyampaian hak yang dijamin undang-undang! Aksi Damai GOIB 30 Juni – Mari kawal aspirasi ini demi terciptanya aturan yang adil bagi kita semua.”
Para pengemudi yang tergabung dalam GOIB dan didukung penuh APOB-FSPPOB menegaskan, kehadiran mereka di jalanan Jakarta bukan untuk melanggar ketertiban umum, melainkan mengingatkan para pemangku kebijakan akan satu fakta hukum: Negara berkewajiban melindungi segenap bangsa dan memberikan jaminan kesejahteraan bagi setiap warga negaranya, termasuk pekerja ekonomi digital yang menjadi tulang punggung ekonomi kota.
Selama ini, ketidakpastian aturan, ketidakseimbangan perjanjian kerja, serta struktur tarif yang tidak layak dirasakan bertentangan dengan prinsip perlindungan tenaga kerja. Rakyat menuntut agar aturan yang dibuat tidak hanya menguntungkan satu pihak (perusahaan/platform), melainkan menyeimbangkan kepentingan usaha dengan hak hidup layak pekerja.
📢 SUARA RAKYAT: ACUAN UTAMA PENYUSUNAN KEBIJAKAN
Poin paling mendasar yang disuarakan dalam aksi ini adalah tuntutan agar pemerintah mengubah cara pandang dalam membuat regulasi. “30 Juni 2026: Jakarta Bergetar Suara Pengemudi! Dukung Aksi Damai GOIB – Desak Kebijakan Pro Rakyat, Tarif Layak, dan Kepastian Hukum Kerja!” – begitulah pesan tegas yang akan dikumandangkan.
Kemed Anderson juga mengingatkan bahwa semangat yang sama akan dilanjutkan oleh rekan-rekan Ojol Serang Bersatu (OSB) dalam aksinya di Serang, Banten, pada 1 Juli 2026. Ini membuktikan bahwa tuntutan kebijakan yang berkeadilan bukan sekadar isu lokal, melainkan aspirasi nasional.
“Kebijakan negara lahir untuk melayani rakyat, bukan sebaliknya. Aturan yang tidak mendengar suara rakyat adalah aturan yang lemah landasannya,” tegas pernyataan sikap APOB-FSPPOB. Organisasi ini meminta kepada seluruh pengurus dan anggotanya yang hadir di lokasi aksi untuk tetap menjaga integritas, memakai identitas organisasi, dan mengawal setiap tuntutan agar masuk menjadi agenda prioritas pemerintah.
Bagi yang tidak dapat hadir, arahan tegas: tetap beraktivitas sesuai aturan, hindari titik aksi demi keamanan, namun tetap mendukung sepenuhnya aspirasi yang diperjuangkan.
📌 TONGGAK PENTING: ATURAN HARUS BERPIHAK PADA YANG BEKERJA
Aksi damai GOIB menjadi bukti nyata bahwa masyarakat tidak lagi puas dengan kebijakan yang dibuat tanpa melibatkan pihak yang terdampak langsung. Pekerja pengemudi online Indonesia bersatu dengan satu pesan keras namun santun:
“Kami patuh hukum, kami bayar pajak, kami berkontribusi besar pada ekonomi negara. Maka sudah sepatutnya kebijakan dan peraturan yang dibuat pemerintah berpihak kepada kami, memberikan perlindungan nyata, dan menjamin kesejahteraan keluarga kami.”
Aksi damai ini bukan akhir, melainkan awal dari pengawalan ketat terhadap setiap regulasi yang akan diterbitkan. Rakyat sudah bersuara damai, kini tinggal pemerintah yang harus menjawab: Apakah kebijakan ke depan akan tetap berpihak pada kekuatan modal, atau akhirnya berpihak pada rakyat yang bekerja keras setiap hari?.
Satu aspal, satu semangat, satu hukum untuk kesejahteraan bersama! Salam kepalan perlawanan yang beradab! ✊🚗💨




