Opini

“IJAZAH TITIK LEMAH JOKOWI ,TEDDY TITIK LEMAH PRABOWO”

Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)

Bandung, 4 Mei 2026

Ijazah Jokowi yang belum bisa ditepis palsunya adalah titik lemah Jokowi. Menguras enerji bagi fisik dan psikisnya. Materi hasil sabetannya juga ikut tersedot oleh jilatan para termul.
Warga yang sehat melihat beban super berat sedang dihadapi Jokowi dalam upaya menutupi kepalsuan dengan berbagai rekayasa. Jika terbongkar, hancur segalanya.

Prabowo mengambangkan bahkan menarik ulur kasus ijazah sang guru. Operasi kodok diikuti ritmenya. Jika Prabowo perintahkan Polri dan Jaksa untuk bongkar tuntas ijazah terkutuk itu maka selesai urusan. Jokowi dipastikan terisak di penjara dan berefek domino kepada Gibran sang putera mahkota. Gibran pun bakal meronta-ronta di kubangan asam sulfat.

Teddy Indra Wijawa itu semula asisten ajudan Jokowi. Luar dalamnya diketahui dan di bawah kendalinya. Teddy ditemukan dan dibina sebagai anak manis. Diserahkan kepada Prabowo saat menjadi Menteri Pertahanan kabinet Jokowi. Direstui lompat-lompat pangkat. Sebagai Presiden yang berlatar belakang tentara, semua bisa diatur dan dimaklumi. Kejengkelan jajaran TNI dipastikan bisa diredam.

Teddy menjadi orang dekat bahkan terdekat melebihi kedekatan Sufmi Dasco Ahmad, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Hashim Djojohadikusumo. Anak manis itu aman dalam dekapan Prabowo, tetapi tidak aman dalam permainan Jokowi untuk kepentingan Gibran. Teddy menjadi titik lemah Prabowo yang dapat ditarik ulur oleh Jokowi. Sementara Titik Soeharto sulit untuk melerai atau mengubah peta.

Sebagaimana ijazah Jokowi yang dapat dibawa berputar-putar tahunan, maka kasus Teddy pun dimungkinkan untuk berputar pula. Uji forensik ijazah dan uji forensik Teddy mutlak dilakukan. Meskipun disadari bahwa elit sudah terbiasa menjadi penjahat yang tega untuk mengorbankan dan menghancurkan bangsa.

Prabowo dan Jokowi saling menjaga relasi. Rezim Prabowo tidak lain adalah periode ketiga masa jabatan Jokowi. Tidak peduli rakyat yang kecewa dan frustrasi. Pegangan China Jokowi dan genggaman Amerika Prabowo saling mengunci. Mengabaikan aspirasi rakyat yang anti China, pengendali oligarki bisnis, dan Amerika pendukung zionis Israel penjajah Palestina.

Sintesis konflik kepentingan Jokowi dengan Prabowo bertumpu pada dua kemungkinan untuk 2029, yaitu mempertahankan Prabowo Gibran atau, seperti pandangan pakar intelijen Sri Rajasa Chandra, memunculkan paket Gibran Teddy. Teddy yang menjadi gonjang-ganjing saat ini gejalanya memang kesayangan Prabowo yang disiapkan untuk melanjutkannya.

Masalah mendasar bagi rakyat Indonesia sekarang ini adalah apakah bisa membiarkan dan menerima bahwa negara sebesar ini hanya ditentukan oleh permainan atau skandal perjodohan dua raja saja ? Atau, segera cegah dengan teriakan, kepalan, dan langkah penuh semangat : “Tangkap dan adili Jokowi, makzulkan Prabowo Gibran”. 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button