Opini

JOKOWI FITNAH TUDUH ORANG BESAR

Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)

Bandung, 3 Januari 2026

Jokowi benar-benar berada dalam masalah besar karena berulang kali menyebut ada orang besar dibelakang isu ijazah palsunya. Kubunya mengarahkan kepada SBY dan Megawati. Tentu Partai Demokrat dan PDIP berang. Keduanya mulai mengambil langkah hukum yang diawali dengan Somasi. Siapa pembisik Jokowi sehingga blunder memperluas medan tempur di tahun malapetaka 2026 tersebut ? Nampaknya Jokowi terjebak dalam kebodohannya sendiri.

Adalah para Tersangka yang diadukan atau dilaporkan Jokowi dan relawannya yang juga telah mengajukan Somasi akan tetapi belum berlanjut karena memilih prioritas untuk terlebih dahulu menghadapi proses hukum di Polda Metro Jaya. Meskipun demikian para Tersangka potensial untuk melaporkan Jokowi atas dasar delik pencemaran dan fitnah.

Jokowi akan semakin terpojok dan terbongkar kebohongannya. Di samping berhadapan dengan Roy, Rismon, Rizal, Rustam, Rayani, dan lainnya, juga kini berhadapan dengan SBY dan Mega. Pertarungan semakin seru dan panas. Jokowi akan sulit bertahan, benteng pertahanan kepalsuannya akan segera jebol.

Strategi “firehose of falsehood” atau semburan fitnah ala komunis dilakukan Jokowi sebagai senjata pamungkas. 4 (empat) tahun Jokowi menyembunyikan ijazah dan menipu publik dengan biaya sangat besar. Diduga hasil korupsi. Pembiayaan besar itu dijadikan ukuran bahwa pemburu ijazah Jokowi dapat ditembak dengan isu yang sama. Orang-orang besar penyandang dana dibelakangnya.

Termul cepat menyinggung baju biru dengan maksud Partai Demokrat. Mungkin karena Roy Suryo mantan kader partai ini. AHY membantah keras. Tapi tudingan terus disemburkan. Beberapa kader PDIP sebelumnya diisukan ikut proses “Pasar Pramuka” lalu partai banteng ini disembur Jokowi sebagai orang besar  juga. Jokowi ketakutan kemudian menghalalkan segala cara untuk menutupi kebohongan.

Bagusnya kebodohan Jokowi berlanjut. Orang besar lain ditarik juga. Kini Prabowo dan Partai Gerindra. Alasan rasionalnya adalah penyingkiran Gibran yang akhirnya disetujui Prabowo. Prabowo akan menyelamatkan diri dari serangan dan desakan rakyat atas pemakzulan Gibran. Kasus ijazah palsu Jokowi dan tidak berijazah SMA Gibran dipastikan sangat mengguncangkan Jokowi.

Jurus mabuk Jokowi di tahun 2026 membentur tembok. Tembok besar China yang dibangun di Indonesia tidak mampu menahan serangan. Musuh-musuh besar Jokowi akan menggempur hebat. Jokowi menghadapi bencana dahsyat. i
Pilihan menjadi sempit menyerah untuk ditangkap atau mati bunuh diri.

Jokowi semakin sakit baik fisik, hati, maupun fikiran. Pendosa akan berbalas. Jokowi bukan dewa dia adalah manusia yang berwajah banyak tapi lemah. Tinggal waktu yang akan membuat dirinya ambruk dengan segala kenistaan. 
Semua kelak menjadi sesal yang tidak berguna.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button