DPP Front Persaudaraan Islam Meminta Pandji Pragiwaksono Meminta Maaf Kepada Umat Islam
DPP Front Persaudaraan Islam Meminta Pandji Pragiwaksono Meminta Maaf Kepada Umat Islam
Jakarta, 13 Januari 2026
DPP Front Persaudaraan Islam Meminta Pandji Pragiwaksono Meminta Maaf Kepada Umat Islam, dalam keterangan tertulis yang ditandangtangani oleh HB. MUHAMMAD ALATTAS, Lc., MA. Persuasi-news.com(Ketua) Dan HB. ALI ABUBAKARALATTAS, SH ( Sekretaris Umum ) sebagaimana yang diterima redaksi persuasi-news.com pada hari ini, Senin (13/1/2026), mereka mengatakan,Sehubungan dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Pandji Pragiwaksono terkait Shalat dalam acara Stand Up Comedy berjudul “Mens Rea”, yang dipublikasikan lewat NETFLIX, dimana yang bersangkutan mengatakan :
- “Memang harus diakui alasan kita pilih pemimpin harus lebih baik. Soalnya alasan lu aneh-aneh!”.
- “Ada orang milih pemimpin berdasarkan ibadahnya, gua mau milih yang Shalatnya enggak pernah
bolong, gua mau milih pemimpin yang Shalatnya enggak pernah bolong.” - “Seakan-akan Kalau Shalatnya enggak pernah bolong berarti orang baik, Emang Iya? Orang rajin!”.
- “Emang Shalatnya Enggak Pernah Bolong Otomatis Baik? Enggak! Rajin!”.
- “Para penumpang yang terhormat, kita sedang mengalami turbulensi akibat gangguan cuaca. Harap longgarkan sabuk pengaman dan rapatkan saf. Kita salat safar berjemaah demi keselamatan
perjalanan”.
Al-Qur’an mengecam keras siapapun yang menjadikan simbol-simbol agama Islam, yang merupakan Syi’ar Allah SWT, sebagai bahan lelucon dan gurauan, termasuk namun tidak terbatas, seperti menjadikan
shalat dan shof serta hukum-hukum Islam lainnya sebagai bahan candaan dan tertawaan, halmana merupakan perbuatan yang dikecam keras oleh Allah SWT, karena hal itu merupakan bentuk penghinaan terhadap agama Islam, sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surat At-Taubah ayat 65 – 66 tatkala Allah SWT menceritakan perilaku Kaum Munafiqin yang memperolok-olok agama :
“Dan jika kamu tanya mereka (kaum munafiq tentang perbuatan mereka memperolok-olok agama), tentulah mereka akan manjawab : “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok ?” Jangan kalian cari-cari alasan, karena kamu telah kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.”
Dengan ini Kami Dewan Pimpinan Pusat – Front Persaudaraan Islam (DPP – FPI) menyatakan:
- Bahwa kritik yang dilakukan Pandji terhadap perilaku penguasa dalam materi komedinya adalah hal wajar dalam kehidupan bernegara, yang perlu menjadi perhatian pemerintah sebagai bagian dari upaya perbaikan pemerintah;
- Bahwa sayangnya kritikan baik yang dilancarkan Pandji tercemari dengan ungkapan yang tidak lucu terkait dengan permasalahan Shalat yang merupakan fondasi penting dalam ajaran agama Islam;
- Bahwa Shalat adalah Rukun Islam dan fondasi penting bagi agama Islam, serta merupakan Syi’ar Islam yang tidak boleh diperolok-olok, apalagi menjadi bahan lelucon. Shalat justru menjadi faktor penting dalam menilai baiknya seseorang, karena seorang muslim yang baik pasti senantiasa
melaksanakan Shalat; - Bahwa Pandji menyebut sekaligus mentertawakan orang yang memilih pemimpin dengan melihat ibadahnya, serta melabeli dengan sebutan aneh, padahal kesalehan ibadah seseorang adalah salah satu syarat penting yang menjadi tolok ukur kepemimpinan dalam Islam yang didasarkan oleh dalil Al Qur’an maupun Sunnah Nabi Muhammad SAW, dan juga Ijma’ Ulama, bukan barang aneh yang boleh ditertawakan. Tentunya, Islam juga mensyaratkan berbagai kriteria lain yang berkaitan dengan kompetensi seorang pemimpin;
- Bahwa sikap Panji mengolok-olok syarat Ibadah dan mendirikan Shalat bagi pemimpin adalah sikap inkar kepada syarat yg ditetapkan Al-Qur’an. Padahal Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Maa-idah ayat 55 .
Bahwa Penolong/Pembela /Pemimpin/Pelindung umat Islam adalah Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman yang mendirikan Shalat dan membayar zakat Sesungguhnya penolong (pembela / pelindung / pemimpin) kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka
tunduk (kepada Allah).”
- Bahwa Pandji juga menyebutkan bahwa orang yang rajin Shalat belum tentu baik, sehingga memberi kesan shalat tidak penting bagi kebaikan seseorang, terutama seorang pemimpin.
Padahal Al Qur’an secara tegas dan jelas mengatakan bahwa Shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar. Kalau pun ada orang yang terlihat rajin Shalat tetapi tetap bermaksiat, bukan Shalatnya yang salah, karena KALAMULLAH PASTI BENAR DAN MUSTAHIL SALAH, tetapi yang salah adalah orang yang tidak sempurna Shalatnya, seperti kurang lengkap syaratnya/tidak sempurna rukunnya/kurang khusyu’ pelaksanaannya, atau bisa juga akibat Shalatnya bercampur dengan tempat/pakaian/makanan yang haram, sehingga Shalatnya tidak menjadi benteng baginya dari kemaksiatan dan kemunkaran. Selain itu penting dicamkan : ORANG YANGSHALATNYA TIDAK SEMPURNA BELUM TENTU BAIK, APALAGI YANG TIDAK SHALAT;
Bahwa tindakan Pandji yang memperolok preferensi memilih pemimpin yang rajin Shalat adalah
bentuk penghinaan terhadap Sunnah Nabi Muhammad SAW yang menjadikan shalat itu sebagai standar minimal bagi rakyat untuk tetap wajib memberikan loyalitas dan tidak memberontak terhadap pemimpinnya, sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad SAW dalam Kitab Shahih Muslim, hadits nomor 1855, yang berbunyi:
Sebaik-baik pemimpin kalian adalah mereka yang kalian cintai dan mereka pun mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka pun mendoakan kalian. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah mereka yang kalian benci dan mereka pun membenci kalian, kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah kami tidak melawan mereka (berontak) saat itu?” Beliau menjawab: “Tidak, selama mereka masih menegakkan shalat di tengah-tengah kalian. Tidak, selama mereka masih menegakkan shalat di tengah-tengah kalian. Ketahuilah, barangsiapa yang dipimpin oleh seorang pemimpin, lalu dia melihat pemimpin tersebut melakukan kemaksiatan kepada Allah, maka hendaklah dia membenci kemaksiatan yang dilakukannya, dan janganlah dia melepaskan tangannya dari ketaatan (kepada pemimpin tersebut).” (HR Muslim).
- Bahwa Analogi “Shalat belum tentu baik” dengan “Rajin belum tentu pintar”, adalah kesesatan berpikir sekaligus merendahkan Ibadah Shalat dan Sifat Rajin. Padahal Shalat adalah jalan kebaikan sekaligus benteng dari keburukan, begitu pula Sifat Rajin dalam belajar adalah juga modal untuk pintar;
- Bahwa Analogi kepemimpinan negara dalam Islam dengan kepemimpinan pilot dalam pesawat,
juga merupakan kesesatan berpikir sekaligus bentuk keterbelakangan intelektual, karena aturan mu’amalat umat Islam dengan orang kafir berbeda dengan aturan kepemimpinan dalam Islam; - Bahwa Pandji juga memperolok Sunnah Nabi Muhammad SAW tentang shalat safar dan merapikan
shof untuk shalat berjama’ah, lewat cerita pilot yang meminta penumpang merapihkan shof untuk shalat safar berjama’ah demi keselamatan saat pesawat dalam kondisi turbulensi; - Bahwa oleh karena itu pernyataan Pandji tersebut adalah bentuk penistaan terhadap Shalat yang
merupakan fondasi penting Islam dan juga merupakan syi’ar bagi agama Islam, sehingga kami meminta kepada saudara Pandji melakukan TAUBAT NASUHA dengan memohon ampun kepada Allah SWT dan meminta maaf kepada umat Islam; - Bahwa kami akan mengawal serta mengawasi Proses Hukum terkait dengan penistaan agama sebagaimana disebut di atas, agar terjadi penegakan hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang
berlaku; - Bahwa kami juga menuntut Pemerintah dan NETFLIX untuk menghapus/memotong /mensensor / menghilangkan bagian yang memuat pernyataan yang menistakan agama oleh Pandji terkait
Shalat; - Bahwa diserukan kepada para komedian atau pelawak lainnya, agar tidak menjadikan simbolsimbol maupun ajaran agama sebagai bahan untuk candaan dan olok-olok, karena kita hidup di negara yang berdasarkan Pancasila dimana agama dijunjung tinggi;
- Bahwa kami menyerukan segenap Umat Islam agar jeli dan peka terhadap persoalan Penistaan
Agama, agar tidak terjadi sikap mendukung dan memuji Kritikan Tokoh yg baik dan membangun
terhadap Pemerintah, tapi menutup mata dari Penodaan Agama yang dikemas dalam Kritikan tersebut, karena Prinsip Pergaulan Hidup Beragama dan Bernegara adalah : “Siapa pun tidak boleh menista agama manapun sesuai Hukum Agama dan Hukum Negara.”
Demikian Pernyataan ini dibuat, semoga Allah SWT lindungi selalu bangsa Indonesia, tutup DPP Front Persaudaraan Islam.




