OpiniPalestina

TNI AKAN BERHADAPAN DENGAN HAMAS ?

Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)

Bandung, 22 Februari 2026

Indonesia jangan terlalu jumawa ketika ditunjuk sebagai Deputy Commander ISF di bawah Commander USA MG Jasper Jeffers. Amerika adalah Israel besar. Board of Peace merupakan  wadah kepentingan Israel dan Amerika di Gaza. Dalam peta “BoP : International Stabilization Force” 8000 pasukan TNI akan ditempatkan di Zona Rafah.

Adapun misi International Stabilization Force (ISF) ada 5 (lima) yaitu pelucutan senjata (weapons collection), penghancuran terowongan (tunnel destruction), pengamanan zona (security zones), embargo persenjataan (arms embargo), dan pelatihan kepolisian (police training). Tiga misi yang rentan perlawan dari Hamas atas pihak manapun yaitu pelucutan senjata, penghancuran terowongan, dan embargo senjata.

Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF harus memenuhi kemauan Komandan Amerika. Disinilah masalah itu menghadang. Israel sendiri mensyaratkan perdamaian hingga adanya rekonstruksi jika pelucutan telah dilakukan. Tentu dibarengi penghancuran terowongan dan embargo senjata. Betapa sulit posisi Indonesia. Menentang kemauan ISF sama dengan keluar dari kesepakatan BoP. Menjalankannya, disadari atau tidak, harus berhadapan dengan pasukan Hamas.

Bergabung dengan organ kepentingan AS-Israel sesungguhnya Indonesia telah melenceng dari prinsip politik bebas aktif. Bahkan secara tidak langsung telah pula mengkhianati perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina. Tipu-tipu perdamaian ala Amerika ini bukan saja berefek tumpahan darah warga Gaza tetapi juga negara lain termasuk ke depan tentara Indonesia. Israel sedang memainkan strategi perisai atas negara-negara ISF di Gaza.

Belum lagi rekonstruksi Gaza ke depan yang kelak terbangun apakah benar akan menjadi  pemukiman warga Gaza kembali ? Atau seperti di Tepi Barat yang menjadi area perluasan pemukiman Yahudi ? Bukankah misi Israel itu pengusiran warga Gaza ? Disini ada misteri atau labirin rekonstruksi. Mengenyampingkan keteribatan Palestina dalam skema perdamaian Gaza adalah kezaliman. Dipastikan Hamas akan terus melawan.

Prabowo menginjak-injak Konstitusi dan terjebak oleh permainan halus dan sistematis Amerika Israel di kancah global. BoP benar akan menjadi Blood of Peace. Bukan jalan untuk kemerdekaan bangsa Palestina. Menempatkan 8000 tentara yang ditolak Hamas para pejuang kemerdekaan akan membuka ruang konflik. TNI tanpa mandat PBB akan dianggap legiun asing yang sedang menjalankan misi penjajah Israel.

Prabowo yang bermain api di luar negeri akan terbakar di dalam negeri. Dibakar oleh rakyatnya sendiri yang cinta kemerdekaan. Seruan “Free Palestine, go to hell Israel” terus membesar dan membakar. Ambisi Prabowo akan hangus oleh kebodohannya sendiri.
Ia pemimpin gemoy yang plin plan, lemah, dan gila puji.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button