OpiniPeristiwa

DARYONO : GEMPA M4,2 DI SUKABUMI SEMALAM DIPICU AKTIVITAS SESAR CIMANDIRI SEGMEN NYALINDUNG–CIBEBER

Jakarta, 15 Februari 2026

Kota Sukabumi berkekuatan 4,2 magnitudo, pada Minggu, 15 Maret 2026. Dalam Rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat gempa bumi berada di darat sekitar 8 kilometer tenggara Kota Sukabumi.

“Gempa dirasakan Magnitudo: 4,2 pada Minggu, 15 Maret 2026 00:36:13 WIB”, tulis BMKG pada keterangan rilisnya. Gempa terjadi pada koordinat pada 6.97 LS (Lintang Selatan) dan 106.98 BT (Bujur Timur), dengan kedalaman 10 Km.

Gempa dirasakan dengan skala MMI pada wilayah Nyalindung, Sukabumi, Kabandungan, Tugubandung, Cipeuteuy, Cihamerang, Mekarjaya, Cianaga, Cianjur, Cipanas, Kalapanunggal, Palabuhan, Cimahi dan Lembang dengan skala IV, III-IV, III-IV, III-IV, III-IV, III-IV, III-IV, III-IV, II-III, II-III, II-III, II, II dan II.

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif, namun gempa tersebut tak berpotensi tsunami.

Gempa M4,2 Dipicu Aktivitas Sesar Cimandiri Segmen Nyalindung–Cibeber

Sementara itu Dr. Daryono yang merupakan anggota Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN) menyampaikan pandangannya.

Gempa tektonik berkekuatan M4,2 yang terjadi pada 15 Maret 2026 pukul 00.36.13 WIB di wilayah Sukabumi merupakan gempa dangkal dengan kedalaman hiposenter sekitar 10 km

Episenter gempa terletak pada koordinat 6,97° LS dan 106,98° BT. Karakteristik kedalaman yang dangkal serta lokasi episenter menunjukkan bahwa gempa ini berkaitan dengan aktivitas sesar aktif di daratan Jawa Barat bagian selatan.

Dalam referensi lama Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia yang disusun oleh Pusat Studi Gempa Nasional tahun 2017, aktivitas gempa di kawasan tersebut dikaitkan dengan Sesar Cimandiri Segmen Nyalindung–Cibeber,kata Daryono kepada redaksi persuasi-news.com pada hari ini Minggu (15/3/2026).

Dirinya melanjutkan, Sesar Cimandiri dikenal sebagai salah satu sesar aktif utama di Jawa Barat yang membentang dari kawasan Teluk Pelabuhanratu hingga wilayah Padalarang dan Rajamandala, serta memiliki sejarah aktivitas kegempaan yang cukup signifikan.

Segmen Nyalindung–Cibeber merupakan bagian dari sistem Sesar Cimandiri yang menunjukkan aktivitas tektonik berupa pergerakan sesar geser dengan komponen naik, tambahnya.

Aktivitas pada segmen ini berpotensi memicu gempa dangkal berkekuatan kecil hingga menengah yang guncangannya dapat dirasakan wilayah Sukabumi dan sekitarnya, ungkap pria kelahiran Semarang 55 tahun yang lalu tersebut.

Gempa M4,2 ini menjadi indikasi bahwa dinamika tektonik pada jalur sesar tersebut masih berlangsung aktif, tutupnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button