Opini

GIBRAN DI UJUNG BELALAI, TAPI SAYAP MASIH MEMBELAI :BOIKOT GERINDRA

Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)

Bandung, 1 November 2026

Ungkapan anggota Komisi XI DPR Kamrussamad dinilai menantang rakyat. Seolah merepresentasi suara resmi Partai Gerindra ucapannya patut diwaspadai dan disikapi dengan kritis, masih pantaskan Partai Gerindra dipercaya rakyat ? Menurutnya Gerindra tetap solid mendukung Prabowo Gibran. Putusan MK dan MA tidak berpengaruh, artinya patut diabaikan.

Jika demikian Gerindra potensial untuk menjadi musuh rakyat. Silahkan dukung Prabowo Gibran rakyat pun mampu untuk menggulingkan Prabowo Gibran. Konstitusi memberi akses luas untuk itu.
Partai Gerindra tidak tahu diuntung. Rakyat dan kelompok aktivis sudah memilah bahwa Gibran lah figur yang harus segera disingkirkan.

Narasi halusnya adalah desak Gibran untuk mundur atau DPR/MPR memundurkan. Prabowo sendiri sebagai Presiden sekaligus Ketum Partai Gerindra tidaklah diganggu. Rakyat sudah sangat bijak dan dengan penuh hikmah dalam melangkah.
MK dan MA sangat memahami getaran nurani rakyat, sayangnya Gerindra tidak.

Alasan Kamrussamad bahwa mempertahankan Prabowo Gibran dimaksudkan untuk menjaga stabilitas pemerintahan adalah contoh dari kegagalan berfikir. Mempertahankan barang busuk justru akan mengakibatkan ketidakstabilan politik dan pemerintahan. Jaga dan belai terus Gibran niscaya rakyat sebentar lagi akan menjadi harimau yang siap menerkam.

Jika pandangan anggota Fraksi Gerindra Kamrussamad bukan sikap partai, maka ia harus ditegur atas pandangan yang melawan aspirasi rakyat dan menafikan keputusan lembaga hukum yang terhormat. Akan tetapi jika itu memang warna dari Partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto maka rakyat harus bersikap tegas dan berani untuk menghabisi atau memboikot Partai Gerindra.

Gibran yang sudah berada di ujung belalai gajahnya sendiri ternyata masih dibelai dan dinaungi sayap burung orang lain, konsekuensi nya kader burung yang membebek pada pemimpin kodok harus dilawan habis. Pemimpin tidak boleh membiarkan anak buah yang nyeleneh dan membahayakan korps perjuangan bersama.

Pertanyaan seriusnya adalah apakah Gerindra akan terus bersama Gibran atau bersama rakyat ? Jika dengan sejuta alasan tetap bersama Gibran, maka biarkanlah rakyat membangun soliditas untuk melawan dan memboikot Gerindra.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button