JANGAN JADIKAN UNHAN SEBAGAI UNIVERSITAS HANTU
Oleh : M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)
Bandung, 24 Agustus 2026
Berita mengundurkan diri seorang kadet Asma Wafa Andina yang telah lulus seleksi masuk Fakultas Kedokteran Unhan akibat keharusan membuka hijab telah menghebohkan publik. Terasa mundur dan mengganggu akan prinsip kebebasan beragama. Tuntutan klarifikasi kepada pihak Unhan terus menguat. Masalahnya adalah larangan tersebut tidak memiliki landasan hukum tertulis.
Penggunaan hijab tentu tidak mengganggu pertahanan negara. Tidak juga relevan dengan pembinaan disiplin. Mengundurkan diri adalah bukti Asma memiliki kedisiplinan diri yang kuat, ia potensial menjadi dokter tentara yang hebat kelak. Sementara persyaratan membuka hijab tanpa diketahui sejak awal adalah jebakan tidak ksatria yang jelas melanggar doktrin tentara itu sendiri.
Bahkan dapat dikualifikasikan melanggar Tri Pola Dasar pendidikan Unhan yang di antaranya adalah pembentukan karakter insan pertahanan yang berintegritas dan berjiwa bela negara. Pelarangan berhijab tanpa kejelasan aturan adalah karakter yang merusak integritas. Sebaliknya justru kepatuhan agama sangat berpengaruh kuat terhadap pembentukan karakter insan pertahanan yang berintegritas.
Kalimat takbir Bung Tomo menggerakkan semangat perlawanan serta meneguhkan keyakinan untuk pertahanan dan bela negara. Begitu juga dengan doktrin moral dan keagamaan Jenderal Soedirman demi pertahanan negara. Ia dan pasukan harus perang gerilya.
Unhan tentu tidak ingin mengkhianati keduanya. Unhan bukan Universitas Hantu yang menjadi pengabai, penista, dan perusak nilai-nilai moral dan agama.
Di tengah skandal permainan biaya untuk masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman yang berujung pada kerja KPK atas Rektor dan jajarannya, maka sikap Asma Wafa Andina adalah teguran keras kepada Rektor dan jajaran Unhan agar tidak berkhianat kepada Bung Tomo, Jenderal Soedirman, dan para pejuang pertahanan lainnya.
Teguran keras itu adalah jangan jadikan Unhan sebagai Universitas Hantu yang terus bergentayangan menyuburkan perilaku korup dengan berbaju pertahanan.
Hantu memang senantiasa takut dan menjauh dari nilai-nilai agama.




