Kajian PolitikLuar NegeriOpini

Pizaro Gozali: Tanpa Dukungan Amerika Serikat, Israel Tidak Berani Menyerang Negara Arab

jakarta,10 April 2026

Pengamat timur tengah Pizaro Gozali mengungkap Tanpa Dukungan Amerika Serikat (AS), Israel Tidak Berani Menyerang Negara, hal tersebut sampaikan olehnya dalam acara Dua Sisi yang bertajuk Israel terus Luncurkan Serangan, Tanda “Akhir Zaman” ? ,di TvOne pada hari kamis (9/4/2026).

Memang tujuan dari Netanyahu mensabotase gencatan senjata. Israel itu punya doktrin sejak 1996 namanya clean break doktrin. Yang artinya dia akan tidak akan pernah melunak di hadapan musuh dan dia pengen musuhnya itu memang dihabisi, Semua kekuatan di wilayah timur tengah. Ingat Netanyahu itu anak yang liar, Yang dia kadang tidak bisa dikendalikan oleh Washington, kata Pizaro Gozali

Donald Trump boleh “nginjak rem tetapi Netanyahu terus “nginjak gas”, Dan itu bukankah terjadi selama ini ?Bukankah serangan Amerika Serikat ke Iran diawali dulu terlebih dahulu dari serangan dilakukan Israel kepada wilayah Iran?, Ujarnya.

Dirinya melanjutkan, Begitu juga Gaza, Ada negosiasi gencantan senjata disepakati mediatornya Amerika. Tapi 2.000 pelanggar gencatan senjata dilakukan oleh Israel. Mana suara Trump?, Mana kemudian jeweran Trump?, Dan kemana sanksi Trump kepada Netanyahu?, Ini membuktikan bahwa sebenarnya Netanyahu itu juga powerful.

Karena jangan lupa, kekuatan dari Trump untuk bisa memenangkan pemilu itu tidak lepas dari kelompok lobby-lobi zionis yang selama ini membiayai, membakar Donald Trump untuk kemudian bisa memenangkan pemilu. Dan salah satu beberapa pendukungnya , kita jangan lupa itu kelompok evangelis yang memiliki kekuatan dan hubungan yang sangat kuat dengan kelompok Zionis yang ada di Israel. Makanya kalau kita lihat dalam survei, itu dukungan kelompok evangelis kepada Donald Trump walau yang lainnya sudah pada turun dia masih stabil, pungkas Pengamat hubungan internasional Universitas Al-Azhar Indonesia itu.

Karena dia memang menginginkan perang ini sampai akhir zaman. Ini kelompok loyalisnya Donald Trump dan itu yang kemudian sekarang ada di wajahnya Israel pada hari ini. Maka ketika terjadi gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran, yang paling dirugikan itu Netanyahu. Karena dia pengen perang ini berlanjut agar apa?, Israel itu tidak memerang Iran sendirian Dia ada temannya, yaitu Donald Trump. selama ini eksistensi Israel itu bisa terus melakukan serangan di Timur Tengah. Itu salah satunya suplai militer yang diberikan dari Donald Trump dan Amerika Serikat kepada Israel. Tanpa dukungan yang memadai dari Amerika Serikat, itu sebenarnya Netanyahu itu juga berpikir ulang untuk kemudian melakukan peperangan di wilayah Timur Tengah, tutur pria yang pernah menjadi Jurnalis di Anadolu Agency tersebut.

Iran malah justru ingin perang panjang, Karena itu yang dicari selama ini untuk kemudian menguras amunisi, menguras stok militernya Amerika Serikat untuk bisa berperang panjang dengan Iran. Karena dalam perang ini bukan tentang seberapa fasilitas yang dihancurkan, tapi seberapa besar pihak yang diserang itu bisa menahan rasa sakit, pungkas dia.

Strategi double standarnya Trump, Menurut saya, Trump itu kemudian juga ada koneksi dengan Netanyahu Bahwa buka oleh, oke di atas kertas saya ada kertas senjata dengan Iran, tapi kamu terus menyerang, kata Pizzaro

Karena kalau kita lihat antara Trump dengan Netanyahu, ini sebenarnya dua madman , Dua madman yang sebenarnya berbagi peran. Ada peran yang “good boy”, gencatan senjata, tapi ada peran yang bad boy, yang terus melakukan serangan. sebenarnya bad boy dua-duanya, karena Amerika Serikat ingin kemudian masuk ke diplomasi , membuat Iran itu bisa menerima berbagai persyaratan yang diajukan oleh Amerika Serikat diantaranya membuka selat hormuz dan membuka fasilitas nuklirnya, tutup Pizzaro.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button