PRABOWO UNDER A ROCK ?

Oleh : M Rizal Fadillah ( Pemerhati Politik Dan Kebangsaan )

Bandung, 29 Maret 2026

Orang bertanya untuk menunjukkan sikap atau pengetahuan yang kudet alias kurang up date  dengan “have you been living under a rock ?” Ya memang jika tinggal di bawah batu sulit menyerap informasi baru. Ia merasa semua itu sudah diketahui oleh dirinya. Input, pandangan, atau penilaian hanya membuat gelap saja. Maklum living under a rock.

Dalam pertemuan dengan Menteri, pengusaha, dan pimpinan perbankan beberapa waktu lalu Presiden Prabowo pernah menyatakan heran ada orang yang mengatakan Indonesia gelap padahal “saya bangun pagi, Indonesia cerah kok”. Ia mengecam pola propaganda yang menyatakan “matahari terbit dari barat” sambil mengingatkan teori Goebels.

Program MBG menjadi andalan sekaligus pride Prabowo sehingga sukses dan gagalnya melekat pada kualitas dan integritas Prabowo. Prabowo itu keras dalam omongan lembek dalam pelaksanaan, bagus gagasan tapi buruk dalam pengelolaan, gembira saat mengawali sedih saat mengakhiri. Apa tidak hebat program MBG ? Sayang mental pengelola tidak disiapkan dengan baik. Mental korup membuat MBG itu Memang Bakal Gagal (MBG).

Coba lihat kinerja sang Kepala BGN Dr. Ir Dadan Hindayana. Seorang aktivis menyebut ia malas ke kantor, kerja main golf, paling merasa disayang atasan, sombong, songong, dan tentu saja menguasai uang ratusan trilyun. Dari pejabat ini Prabowo mendapat laporan bagus program MBG yang lancar-lancar saja, bermanfaat dan sukses. Kapolri yang dapat proyek 1.072 SPPG pun akan dianugerahi Bintang Mahaputera.

Bukan hanya MBG, tapi juga BOP Prabowo tetap di dalam batu bahkan berkepala batu. Amerika dan Israel sudah dikecam dunia, Trump masih disembah. Ada meme menggelitik “santri nderek ulama, ulama nderek Prabowo, Prabowo nderek Trump”. Katanya, korupsi sudah diberantas, oligarki tidak berkuasa lagi, Kapolri belum perlu diganti, Gibran pemimpin masa depan, kabinet berkinerja istimewa, Jokowi guru bangsa. Semua itu gambaran dari Prabowo yang memang under a rock.

Jika pemimpin tidak keluar dari batu, maka negeri akan ikut membatu. Jika MBG tidak dihentikan, tidak keluar dari BOP, ART tetap berjalan, reshuffe tidak terjadi, Kapolri masih Listyo Sigit, Panglima TNI masih Agus, oligarki menjajah, korupsi semakin dahsyat, rakyat disuruh berhemat elit hidup mewah, maka memang benar bahwa Prabowo living under a rock.

Daripada berjoget gemoy gemulai, lebih baik minta Mayor eh Letkol Teddy tolong belikan underok saja.
From under a rock to underok.
Don’t make this country a sissy–Jangan jadikan negara ini banci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *