Sejumlah Aktivis Solidaritas Dan Kemanusiaan Untuk Palestina Ditahan Di Tunisa,Global Sumud Frotila Sampaikan Hal Ini
Tunis,18 Mei 2026
Seruan kepada Sekutu-sekutu Kami di Tunisia dan Seluruh Dunia: Solidaritas Palestina dan Kemanusiaan Bukanlah Kejahatan. Hal tersebut disampaikan oleh Global Sumud Frotila melalui Siaran Pers yang diterima redaksi Persuasi-news.com pada hari Ahad (17/5/2026) malam.
Selama beberapa dekade, Tunisia telah menjadi jantung solidaritas Afrika Utara dan global terhadap rakyat Palestina. Tunisia adalah negara yang secara konsisten memilih sisi sejarah yang benar, memberikan tempat berlindung dan suara bagi perjuangan ketika yang lain tetap diam,kata Global Sumud Frotila.
Hari ini, saat dunia menyaksikan eskalasi genosida di Gaza dan di seluruh Tepi Barat yang diduduki, warisan solidaritas tersebut lebih penting dari sebelumnya. Dalam semangat tujuan bersama dan rasa hormat yang mendalam inilah, Global Sumud Flotilla (GSF) menyerukan kepada pemerintah Tunisia untuk segera mencabut semua tuduhan terhadap para pengorganisir kami yang ditahan dan membebaskan mereka tanpa penundaan lebih lanjut, pinta mereka.
Perubahan Arus
Keberangkatan Sumud Flotilla 2 direncanakan berlangsung pada April/Mei 2026 dari Tunisia. Pada Februari 2026, para pengorganisir diberitahu bahwa rencana tersebut diblokir oleh pihak berwenang. Tak lama setelah itu, tujuh penyelenggara armada, termasuk dua anggota komite pengarah global, ditangkap dengan tuduhan yang tidak berdasar dan tidak masuk akal. Tuduhan keuangan palsu diajukan terhadap mereka dan mereka ditahan mulai Maret 2026, ungkap mereka.
Penangkapan dimulai pada 6 Maret, menargetkan Wael Nawar, Jawaher Channa, Sana Messaheli, Nabil Chnoufi, dan Mohamed Amine Ben Nour. Ghassan Henchiri ditangkap pada 7 Maret, diikuti oleh Ghassan Bougdiri pada 11 Maret. Sana dan Jawaher dibebaskan setelah dua bulan ditahan dalam kondisi yang sangat ketat, termasuk pembatasan mobilitas dan larangan melakukan aktivitas politik apa pun. Lima orang lainnya tetap ditahan di penjara hingga hari ini, lanjutnya.
Kemanusiaan Dan Solidaritas Palestina Bukanlah Kejahatan
Mereka Menegaskan,Kemanusiaan dan Solidaritas Palestina Bukanlah Kejahatan Mengkriminalisasi mereka yang menggalang dukungan untuk Gaza berarti menghukum nilai-nilai yang selama ini diperjuangkan Tunisia di kancah internasional: solidaritas terhadap Palestina adalah kewajiban moral dan seharusnya melampaui segala hambatan birokratis atau yudisial.
Para penyelenggara dari Tunisia didorong oleh dorongan yang sama yang menggerakkan jutaan warga Tunisia dan orang-orang berprinsip di seluruh dunia: kebutuhan mendesak dan kemanusiaan untuk menghentikan pembantaian serta memberikan bantuan kepada rakyat Palestina yang hidup di bawah pengepungan brutal dan biadab Israel. Di hadapan genosida, tindakan bersolidaritas dengan kaum tertindas merupakan kewajiban moral yang mendasar, ujarnya.
Memulihkan Jalur Kerja Sama
Fokus komunitas internasional harus tetap pada bencana kemanusiaan yang sedang terjadi di Palestina, bukan pada penuntutan terhadap mereka yang berupaya meringankan penderitaan tersebut. Tunisia telah lama menjadi tempat berlindung bagi perjuangan ini, dan sangatlah penting bahwa sejarah ini dihormati dengan membebaskan para aktivis yang
ditahan dan mengizinkan mereka kembali ke keluarga mereka.
Memastikan tidak ada warga Tunisia yang diadili karena mendukung Palestina adalah
satu-satunya jalan ke depan yang sejalan dengan komitmen historis bangsa ini terhadap keadilan. Global Sumud Flotilla tetap siap untuk melanjutkan misi kami bersama rakyat Tunisia, bersatu dalam tujuan bersama mewujudkan Palestina yang merdeka dan terbebaskan, tutup press release tersebut.




