UNIFIL : Angkatan Pertahanan Israel (IDF) Menabrak Kendaraan UNIFIL Dengan Tank Merkava

jakarta, 13 April 2026

The UN Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Angkatan Pertahanan Israel (IDF) Menabrak Kendaraan UNIFIL Dengan Tank Merkava, Hal tersebut sampaikan melalui press release mereka.

Dua kali hari ini (12/4/2026), tentara dari Angkatan Pertahanan Israel (IDF) menabrak kendaraan UNIFIL dengan tank Merkava, yang dalam satu kasus menyebabkan kerusakan signifikan. Para tentara telah memblokir jalan di Bayada yang digunakan untuk mengakses posisi UNIFIL, kata press release sebagaimana dimuat di laman resmi https://unifil.unmissions.org/en/press-releases/unifil-statement-on-incidents-affecting-peacekeepers-freedom-of-movement-12

Selama seminggu terakhir, tentara Israel telah melepaskan “tembakan peringatan” di daerah tersebut, mengenai dan merusak kendaraan UNIFIL yang dapat diidentifikasi dengan jelas. Dalam satu kasus, “tembakan peringatan” mendarat satu meter dari seorang penjaga perdamaian yang telah turun dari kendaraannya, ungkap UNFIL.

Tentara Israel terus memblokir pergerakan penjaga perdamaian di jalan ini dalam beberapa hari terakhir, selain penolakan kebebasan bergerak yang tercatat di daerah lain. Sejak awal April, tentara Israel juga telah menghancurkan kamera perlindungan kekuatan di markas UNIFIL di Naqoura dan lima posisi lainnya di Garis Biru dari Ras Naqoura hingga Maroun al-Ras. Kemarin, mereka juga menyemprotkan cat pada jendela gerbang akses pejalan kaki di markas besar, menghalangi pandangan ke perimeter eksternal, tutur Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon.

Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon tersebut menegaskan, Tindakan ini bertentangan dengan kewajiban Israel berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan 1701 dan persyaratan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian, serta kebebasan bergerak mereka setiap saat. Mereka juga menghambat kemampuan penjaga perdamaian untuk melaporkan pelanggaran yang dilakukan oleh kedua belah pihak di lapangan.

Penjaga perdamaian akan tetap berada di posisi mereka dan akan terus melaporkan pelanggaran yang kami amati kepada Dewan Keamanan dengan tidak memihak, tutup release tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *