Opini

KUTUKAN IJAZAH JOKOWI–THE CURSE OF JOKOWI’S SETIFICATE

Oleh :M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik Dan Kebangsaan)

Bandung, 17 Mei 2026

Jika skandal ijazah palsu Jokowi ini berakhir dimana kepalsuan terbongkar dan para pemimpin mafia telah dihukum, maka pembuatan film “The Curse of Jokowi’s Sertificate” dapat dimulai. Seru tentunya karena skandal di ruang Istana mampu mengecoh jutaan rakyat Indonesia. Tampilan sederhana seorang Mr President telah menipu jutaan rakyat yang terjebak.

KUTUKAN KEPADA JOKOWI

Pertama, stress yang membuat fisik rusak. Sakit kulit yang sulit sembuh. Memaksakan diri untuk bergerak kesana-sini demi ambisi hanya akan lebih mencelakakan diri. Racun terus menggerogoti sebagai karma terbiasa meracuni lawan-lawan politik dan menutup mulut kawan seperahu.

Kedua, keberadaan loyalis yang hanya bergatung pada duit bagai mesin penyedot debu. Trilyunan duit haram hasil korupsi tidak membuat tenang diri, akibatnya terus dirampok oleh termulian penjilat. Bunker dipenuhi berbagai jenis belatung buzzer. Jokowi layak mengakhiri hidup sebagai koruptor yang digantung rakyat.

Ketiga, mendahulukan keluarga yang berujung menghancurkan keluarga. Gibran yang diselamatkan tidak akan mampu menjadi juru selamat. Begitu juga Kaesang dan Bobby Nasution. Anwar Usman lebih dulu tenggelam dan bakal menarik semua anggota keluarga untuk dihinakan oleh tanah. Ijazah palsu tidak membawa berkah.

KUTUKAN KEPADA PRABOWO

Membiarkan ijazah Jokowi bergentayangan menghantui rakyat adalah perbuatan terkutuk. Prabowo pelanjut kebohongan dan penipuan Jokowi dapat terkena getah beracun dari ijazah jabatannya.

Pertama, MBG yang bernarasi membantu gizi anak  justru membuat anak keracunan. Program ini hanya menyejahterakan pengelola, pemborosan uang negara, dan sarang korupsi. MBG jadi bahan kampanye untuk pembodohan Pilpres 2029. Ijazah tidak penting, yang pokok yaitu makan gratis dan terpilih kembali. Curse nya adalah Prabowo tidak selesai masa jabatan dan ijazah palsu Jokowi yang menyembelihnya.

Kedua, ijazah Jokowi menempel pada Teddy yang melompat-lompat tanpa hak. Hadiah itu justru menjerat Prabowo. Teddy dapat berubah menjadi lelaki palsu dan mulai terendus sedikit demi sedikit dalam pandangan publik. Kritik dan desakan agar menjaga jarak atau menjauh semakin bergaung. Prabowo dalam kebimbangan antara fitrah dan penyimpangan.

Ketiga, ijazah Jokowi menjadi bukti dari kebohongan. Melindungi pembohong adalah perbuatan terkutuk. Presiden omon-omon menjadi predikat yang melekat. Jokowi dan Prabowo sulit dibedakan karena keduanya merupakan dua wajah satu karakter. Karakter senang  jalan sendiri dan tidak peka pada suara rakyat.

Jampi-jampi Jokowi akan dikalahkan oleh akal sehat. Tuah ijazah palsu itu akan robek pada waktunya. Perbuatan mengabaikan nilai moral dan agama pasti membawa celaka. Jokowi ditangkap, Prabowo Gibran dilengserkan. Vox populi vox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan. Kemarahan dan kekuatan rakyat adalah kemarahan Tuhan.
Tetapi terkutuklah jika mengatasnamakan rakyat untuk melawan kekuasaan Tuhan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button