Reshuffle Setengah Hati

Oleh : Kiki ( Jurnalis Persuasi Media)

jakarta, 27 April 2026

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (Senin, 27/4/2026) melantik Kepala Staf Kepresidenan, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, dan Kepala Badan Karantina Indonesia di Istana Negara, Jakarta.

Dudung Abdurachman dilantik oleh Prabowo Subianto sebagai Kepala Staf Kepresidenan dan Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 52/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

Selain itu, Presiden juga melantik Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia. Pengangkatan Abdul Kadir Karding itu, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 50/TPA/Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Utama di Lingkungan Badan Karantina Indonesia.

Reshuffle kabinet yang diumumkan pada sore tadi,artinya,Presiden Prabowo Subianto sudah empat kali melakukan reshuffle kabinet.

Pertama, Prabowo mengganti Satrya Soemantri Brodjonegoro sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, pada Rabu (19/2/2025). Kemudian, Prabowo melakukan reshuffle kedua pada Senin (8/9/2025) dengan mengganti Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Menteri Keuangan, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Menteri Pemuda dan Olahraga, dan Menteri Koperasi.

saat itu presiden Prabowo tak langsung melantik Menko Polkam dan Menpora yang baru. Selang 10 hari, yakni Rabu (17/9/2025), Prabowo merombak kabinetnya dengan melantik Menko Polkam dan Menpora.

Selain itu juga menggabungkan pelantikan anggota kabinet reshuffle jilid II dan III pada Rabu (17/9/2026). Ada sejumlah menteri, kepala badan, dan wakil menteri yang dilantik pada Rabu. Mereka adalah Menko Polkam Djamari Chaniago dan Menpora Erick Thohir.

yang selanjutnya Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka. Dalam acara tersebut, Prabowo juga melantik tiga wakil menteri.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka. Dalam acara tersebut, Prabowo juga melantik tiga wakil menteri.

Di antaranya posisi Wakil Menteri Koperasi dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang kosong sejak reshuffle kabinet jilid II. Presiden juga melantik Wakil Menteri Kehutanan baru.

Presiden Prabowo Subianto juga melantik Farida Farichah sebagai Wakil Menteri Koperasi. Farida mengisi kursi kosong yang ditinggalkan Wamen Koperasi sebelumnya, Ferry Juliantono. Ferry dilantik Presiden Prabowo sebagai Menteri Koperasi menggantikan Budi Arie Setiadi pada reshuffle kabinet jilid II.

Prabowo juga mencopot Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar. Kursi yang ditinggalkan ipar dari taipan Haji Isam itu diisi Bendahara Partai Gerindra Jawa Tengah, Rohmat Marzuki.

Wakil Kepala Staf Kepresidenan M Qodari naik jabatan usai dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Qodari menggantikan AM Putranto yang diberhentikan pada reshuffle kabinet jilid III.

Reshuffle Setengah Hati

Reshuffle kabinet yang diumunkan presiden Prabowo Subianto pada hari ini Senin (27/4/2026), menurut kami,Perubahan yang tidak signifikan, reshuffle setengah hati. masih ada orang-orang lama.

Seharusnya Presiden Prabowo Subianto,mendengarkan aspirasi rakyat yang memberikan penilaian terhadap orang-orang yang ada didalam pemerintahannya ,bukan “menganggap angin lalu”.

Salahsatu yang semestinya layak diganti (
direshuffel l) dari pemeritahan Prabowo yakni Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Bukan tanpa alasan, Bahlil layak diganti, Publik tentu masih ingat tentang “peristiwa Tragis Warga Meninggal” , dalam peristiwa yang terjadi pada pada Senin, 3 Februari 2025 lalu itu, seorang warga lanjut usia (lansia) berumur 62 tahun di Pamulang Barat, Tangerang Selatan meninggal dunia Diduga kelelahan setelah mengantri LPG 3 kg selama satu jam dan berjalan kaki sejauh 500 meter, walaupun Kapolsek Pamulang Kompol Widya Agustiono mengatakan, polisi telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi. Hasilnya, ibu tersebut memang datang ke agen LPG 3 kilogram tapi tidak ada antrean saat itu.

Selain itu beberapa kebijakan Bahlil dinilai merugikan publik, terlebih soal kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di tengah harga minyak dunia yang sudah melandai dan ketersediaan gas LPG.

langkah Bahlil Lahadalia dengan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan juga gas LPG nonsubsidi , akan berdampak bagi rakyat Indonesia.

Walaupun LPG nonsubsidi dipakai oleh industri, namun tidak menutup kemungkinan kenaikan harga produk seperti makanan dan minuman ikut terdampak, Karena kebijakan pemerintah berhubungan dengan sektor energi langsung dirasakan semua lapisan masyarakat.

Saat Indonesia menghadapi gangguan pasokan energi akibat tertahannya dua kapal milik Pertamina di Selat Hormuz, Iran,yang memaksa pemerintah Indonesia mencari sumber energi alternatif dari negara lain guna mengantisipasi kekurangan dalam negeri.

Alih-alih Bahlil melakunnya , justru Presiden Prabowo Subianto lah yang mengambil langkah keliling beberapa negara untuk mencari stok minyak ,yang seharusnya menjadi tugas Bahlil. 

Hal ini beban bagi Presiden Prabowo Subianto dalam menangani persoalan energi nasional.

Dari beberapa hal di atas, sepatutnya Presiden Prabowo, mereshuffle Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, namun hingga saat ini Prabowo masih enggan melakukannya, hingga publik bertanya Apa yang menyebabkan Presiden Prabowo Subianto ragu untuk memecat Bahlil?.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *