“SEGITIGA MASALEMBO”: ZONA INTERAKSI DINAMIKA ARUS DAN MASSA AIR

Oleh : Dr. Daryono (Angota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) )
Jakarta, 18 September 2026
Perairan Masalembo bukan sekadar jalur pelayaran strategis di tengah Nusantara, tetapi merupakan kawasan yang memiliki dinamika oseanografi kompleks karena dipengaruhi interaksi perairan Laut Jawa, Selat Makassar, dan Laut Flores.
Dari arah utara, melalui Selat Makassar, mengalir Indonesian Throughflow (ITF) yang membawa massa air dari Samudra Pasifik menuju perairan Indonesia bagian selatan. Karakter suhu dan salinitas massa air ini bervariasi menurut kedalaman dan musim. Di sisi lain, perairan Laut Jawa membawa massa air yang karakteristik suhu dan salinitasnya dipengaruhi oleh kondisi atmosfer, musim monsun, serta masukan air tawar dari daratan. Sementara dari arah timur, dinamika Laut Flores turut memberikan pengaruh terhadap sirkulasi dan struktur massa air di kawasan ini.

Interaksi massa air dengan perbedaan suhu, salinitas, densitas, dan stratifikasi tersebut menghasilkan proses pencampuran yang kompleks. Perbedaan kecepatan dan arah arus (current shear), interaksi dgn garis pantai, serta topografi dasar laut dapat meningkatkan vortisitas dan pada kondisi tertentu membentuk pusaran laut (eddies).
Selain itu, topografi dasar laut yang kompleks dan perubahan kedalaman dapat berinteraksi dengan arus pasang surut serta stratifikasi massa air sehinga mendukung pembentukan dan propagasi gelombang internal (internal waves) serta meningkatkan proses pencampuran vertikal.
Dengan demikian, karakteristik fisik laut di kawasan Masalembo dapat dijelaskan melalui proses oseanografi yang nyata, interaksi arus, massa air, pasang surut, stratifikasi, topografi, dan pengaruh monsoon, bkn melalui penjelasan mistis. Pemahaman ilmiah semacam ini penting agar fenomena laut yang kompleks tidak selalu dikaitkan dengan hal-hal supranatural. Segitiga Masalembo hanyalah sekedar istilah, realnya tidak ada!.




