Jakarta, 2 Juni 2026
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana pada periode Senin hingga Selasa, 1–2 Juni 2026. Seiring dengan mulainya musim kemarau, terpantau peningkatan titik kebakaran hutan dan lahan di wilayah Pulau Sumatra. Sementara itu, peristiwa banjir dan tanah longsor masih terjadi di Indonesia bagian timur, hal tersebut disampaikan oleh Abdul Muhari, Ph.D. selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, melalui siaran pers BNPB nomor 364/Pers-PusdatinKK/BNPB/Dis.02.01/VI/2026 tanggal 2 Juni 2026.
Dari wilayah Indonesia timur dilaporkan, peristiwa tanah longsor terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Sabtu (30/5/2026). Bencana yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanah longsor menimbun akses jalan menuju Desa Leppangeng di Kecamatan Pitu Riase sehingga wilayah tersebut terisolasi.
Berdasarkan kaji cepat sementara oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidenreng Rappang, korban jiwa terdata sebanyak 614 jiwa. Kerugian materiil antara lain 221 unit rumah terdampak dan dua titik akses jalan terdampak.
Pada Senin (1/6/2026), tim gabungan masih melakukan penanganan pembersihan material longsor di ruas jalan menuju Desa Leppangeng. Adapun kendala penanganan di lapangan adalah cuaca yang masih sering turun hujan.
Selanjutnya, pembaruan kondisi banjir bandang di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, per Senin (1/6) dilaporkan bahwa banjir telah surut dan menyisakan material kayu serta lumpur di lingkungan permukiman warga terdampak.
Banjir bandang ini terjadi pada Selasa (26/5/2026) akibat hujan berintensitas tinggi dan luapan Sungai Didingga dengan ketinggian air 40–200 sentimeter. Lima desa di Kecamatan Biau terdampak, yaitu Desa Biau, Bualo, Omuto, Didingga, dan Luhuto.
Sebanyak 2.817 jiwa terdampak dalam kejadian ini. Tiga rumah dilaporkan hanyut, 20 unit rumah rusak berat, dan 826 unit rumah lainnya terdampak.
Bupati Gorontalo Utara menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir di Kabupaten Gorontalo Utara melalui SK Nomor 116/V/2026 yang berlaku selama 30 hari, terhitung sejak 26 Mei hingga 24 Juni 2026.
BPBD Kabupaten Gorontalo Utara bersama TNI, Polri, Tagana, relawan, dan aparat terkait melakukan penanganan pascabanjir, mendirikan dapur umum, serta mendistribusikan logistik makanan bagi warga terdampak.
Beralih Ke Wilayah Provinsi Kalimantan Utara
Hujan dengan intensitas tinggi disertai luapan sungai mengakibatkan banjir di Kabupaten Nunukan pada Senin (1/6). Lokasi terdampak banjir berada di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Selain banjir, juga terjadi tanah longsor di jalan arah Mamolo menuju Sei Lancang.
Peristiwa bencana ini mengakibatkan 20 kepala keluarga (KK) terdampak. Kerugian materiil yang terdata antara lain 20 unit rumah terdampak, satu unit masjid terdampak, dan satu badan jalan terdampak longsor dengan ketinggian lima meter dan panjang 15 meter.
BPBD Kabupaten Nunukan melaporkan bahwa banjir telah surut pada Senin (1/6). Akses jalan yang terdampak longsor masih dapat dilalui kendaraan. Meskipun demikian, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi risiko banjir susulan serta ancaman satwa liar seperti buaya saat beraktivitas di wilayah terdampak banjir.
Kejadian Karhutla Di Awal Juni 2026
Dari wilayah Indonesia bagian barat, khususnya di Pulau Sumatra, sejumlah peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau terjadi di Provinsi Aceh dan Riau.
Karhutla terjadi di tiga gampong dari dua kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Barat. Lokasi terdampak yaitu Gampong Berawang dan Gampong Kuta Padang Layung di Kecamatan Bubon, serta Gampong Lapang di Kecamatan Johan Pahlawan. Total luasan lahan terbakar yang terjadi pada Sabtu (30/5) di kedua kecamatan tersebut mencapai 13 hektare.
Dalam upaya pemadaman, petugas gabungan di lapangan terkendala angin kencang sehingga api mudah menyebar dan asap tebal yang memengaruhi jarak pandang.
Hingga Senin (1/6/2026), tim pemadam api yang terdiri atas BPBD Kabupaten Aceh Barat, Damkar Kecamatan Woyla, dan personel TNI masih berupaya melakukan pemadaman api di Kecamatan Bubon. Sementara itu, api di Kecamatan Johan Pahlawan sudah padam total.
Kebakaran hutan dan lahan selanjutnya dilaporkan dari Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Pada Senin (1/6) pukul 13.15 WIB, terjadi karhutla di Kampung Simpang Balek, Kecamatan Wih Pesam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Api yang menghanguskan satu hektare lahan tersebut berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dari BPBD Kabupaten Bener Meriah dan armada pemadam kebakaran dari Pos Damkar Utama.
Memasuki musim kemarau, karhutla juga terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya di Desa Simpang 4 Rajawali, Kecamatan Ketol, pada Senin (1/6). Lahan terbakar seluas satu hektare dan api telah padam. Personel gabungan dari BPBD Aceh Tengah, Damkar, TNI, dan Polri terus berupaya melakukan pemantauan dan penanganan.
Sementara itu, dari Provinsi Riau, salah satu provinsi prioritas karhutla, dilaporkan per Senin (1/6/2026) total luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 1 Juni 2026 mencapai 15.031,58 hektare.
Data Sipongi mencatat penambahan luasan lahan terbakar terjadi antara lain lima hektare di Bukit Lumut, Desa Cipang Kiri Hulu, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu; 44,4 hektare di Dusun Sejati, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir; dan satu hektare di RT 03/RW 01, Kelurahan Kandis Kota, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dapat dipicu oleh cuaca ekstrem selama masa peralihan musim, seperti angin kencang, hujan ekstrem, angin puting beliung, banjir, dan gelombang tinggi.
Selain itu, masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan bencana geologi seperti gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan tepercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG.






